Jadi, wajar saja jika kemudian orang menghubungkan ketidakhadiran Kastaneer di laga melawan Borneo dengan proses finalisasi transfer yang katanya sedang berjalan. Semuanya terasa masuk akal.
Momok Bagi PSM yang Kini Diburu
Lucunya, Kastaneer bukanlah nama yang disukai suporter PSM. Justru sebaliknya. Ingat saja laga sengit di Manahan, 29 November 2025 lalu. Saat itu, meski PSM menang dramatis 4-3, Kastaneer sukses mencetak dua gol dan menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Juku Eja. Penampilannya mengesankan.
Musim ini, statistiknya untuk Persis terbilang solid: 4 gol dan 2 assist dari 13 pertandingan. Ia adalah salah satu ujung tombak utama yang andal. Kepergiannya, jika benar terjadi, tentu jadi pukulan berat bagi Laskar Sambernyawa.
PSM dan Pencarian Panjang
Di sisi lain, kebutuhan PSM akan striker baru memang mendesak. Mereka sudah berburu kesana kemari. Nama-nama seperti Simon Amin, Blake Ricciuto, dan Alec Urosevski sempat dikaitkan, tapi semua gagal. Ricciuto bahkan mengaku sempat ada komunikasi intens selama tiga pekan sebelum akhirnya buntu.
Maka, jika transfer Kastaneer benar-benar terjadi, ini bisa jadi solusi instan yang bagus untuk PSM. Mereka mendapatkan penyerang yang sudah terbukti tajam dan familiar dengan liga. Tambahan kekuatan yang signifikan untuk menghadapi putaran kedua.
Dengan ketidakhadiran Kastaneer di pertandingan tadi malam, satu pertanyaan besar menggantung: Benarkah Gervane Kastaneer sedang "OTW" ke Makassar?
Jawabannya mungkin tak perlu menunggu lama. Kita tinggal menghitung hari jelang penutupan bursa transfer paruh musim. Segera terungkap.
Artikel Terkait
Tiga Pasangan Indonesia Sikat Lawan, Semifinal Indonesia Masters 2026 Dikuasai Tuan Rumah
Kelme Resmi Ambil Alih, Timnas Indonesia Berbalut Apparel Spanyol
Persebaya Siap Tancap Gas, PSIM Berbenah di Tengah Badai Cedera
Duel Panas di Istora: Senior Tumbang oleh Junior yang Tak Gentar