Dejan Tumbas dan Kecenderungan Persis Solo Mengais Mantan Pemain Persebaya

- Jumat, 23 Januari 2026 | 14:00 WIB
Dejan Tumbas dan Kecenderungan Persis Solo Mengais Mantan Pemain Persebaya
Dinamika Transfer: Dejan Tumbas dan Kecenderungan Baru Persis Solo

SURABAYA – Lagi-lagi, nama Dejan Tumbas mencuat ke permukaan. Usai resmi berpisah dengan Persebaya Surabaya, penyerang asal Serbia itu kini dikait-kaitkan dengan Persis Solo. Isu ini langsung ramai, dan wajar saja. Soalnya, belakangan ini Laskar Sambernyawa memang kerap dikaitkan dengan mantan pemain Green Force.

Menurut kabar yang beredar, ketertarikan Persis muncul di tengah hiruk-pikuk bursa transfer Super League 2025/2026. Status Tumbas yang bebas transfer jelas jadi peluang menarik. Bagi tim yang sedang mengutak-atik skuadnya, mendapatkan pemain berkualitas tanpa perlu membayar biaya transfer adalah langkah yang sangat strategis.

Sebelumnya, Persebaya sendiri sudah mengambil langkah tegas. Klub asal Surabaya itu melepas enam pemainnya jelang putaran kedua kompetisi. Keputusan ini bagian dari evaluasi dan perombakan skuad yang cukup besar.

”Diego Mauricio, Dejan Tumbas, Dime Dimov, Rizky Dwi Pangestu, Kadek Raditya, dan Rendy Oscario, tidak lagi menjadi bagian skuad Persebaya di putaran kedua BRI Super League 2025/ 2026. Persebaya mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan perjuangan selama ini bersama Green Force,”

begitu pernyataan resmi dari klub.

Lepasnya enam pemain itu bukan hal sepele. Coba lihat nilai pasarnya. Dejan Tumbas saja dihargai sekitar Rp 3,48 miliar. Total nilai keenam pemain yang dilepas itu mencapai angka fantastis: Rp 18,68 miliar. Angka itu menggambarkan betapa besarnya perubahan yang sedang dijalani Persebaya untuk membangun ulang timnya.

Pelatih Bernardo Tavares sudah memberi sinyal soal arah kebijakan ini. Fokusnya adalah menciptakan keseimbangan dan persaingan internal yang sehat di dalam skuad.

”Kalau mau punya tim kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang saling bersaing. Kami butuh keseimbangan, pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” jelas Tavares.

”Intinya, kami ingin ruang ganti semakin kuat dan tim menjadi lebih baik,” tambahnya.

Nah, situasi inilah yang membuka peluang bagi klub lain. Persis Solo, misalnya. Klub dari Kota Solo itu belakangan memang punya kecenderungan menarik: mengoleksi pemain-pemain eks Persebaya. Sebut saja Sho Yamamoto di musim-musim sebelumnya, itu jadi penanda awalnya.

Baru-baru ini, mereka resmi merekrut Kadek Raditya. Bek yang juga baru dilepas Persebaya itu diperkenalkan pada Rabu (21/1).

”Bergabung untuk memberi jaminan aman di sektor pertahanan. Selamat datang di Surakarta Kadek Raditya,” tulis akun resmi Persis.

Kedatangan Raditya menambah nuansa Persebaya di lini belakang Persis. Tak heran jika kemudian spekulasi tentang Dejan Tumbas sebagai target berikutnya langsung menguat. Sebuah akun pemerhati sepak bola nasional bahkan sudah menyebut namanya.

”Dejan Tumbas diminati Persis Solo,” kicau @bolasidoel.

Unggahan itu langsung memicu beragam reaksi dari suporter kedua kubu. Spekulasi pun kian menjadi. Tapi, sampai detik ini, belum ada konfirmasi resmi dari manajemen Persis soal kebenaran negosiasi tersebut. Semuanya masih dalam ranah rumor.

Menariknya, Tumbas bukan satu-satunya nama. Persis juga disebut sedang memantau mantan pemain Persebaya lainnya, seperti Irfan Jaya dan Alta Ballah. Informasinya masih berkembang, tentu saja, dan belum ada kepastian dari pihak klub.

Pergerakan Persis ini terlihat cerdas. Dengan memanfaatkan pemain berstatus bebas transfer, mereka bisa berhemat sekaligus tetap ambisius menyambut putaran kedua. Bayangkan jika semua rencana ini jadi kenyataan. Nuansa eks Persebaya di tubuh Laskar Sambernyawa akan terasa sekali.

Kisah Dejan Tumbas, dari Surabaya menuju kemungkinan baru di Solo, kini jadi salah satu cerita transfer yang paling dinantikan. Perjalanan kariernya seolah mencerminkan dinamika pasar pemain musim ini: penuh kejutan dan silang sengkarut rumor.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar