Di tengah hiruk-pikuk rumor, Desailly memberikan pandangannya dengan cukup blak-blakan. Menurutnya, faktor penentu bukan cuma soal lokasi atau kenyamanan, tapi ambisi. Palmer, yakin Desailly, takkan mau menunggu proses pembangunan tim yang terlalu lama.
"Pertanyaannya sederhana: apakah dia merasa Chelsea akan juara Liga Premier dalam dua musim ke depan?" kata Desailly.
"Kalau tidak, saya yakin dia akan minta pindah ke klub yang bersedia membangun sistem khusus untuknya," lanjutnya tanpa basa-basi.
Desailly lantas berpesan kepada manajer baru Liam Rosenior. Ia mendesak Rosenior untuk menciptakan stabilitas yang didamba Palmer. "Saya rasa Palmer butuh sistem yang jelas dan dibangun untuk memaksimalkan kemampuannya," ujarnya. Perubahan taktik yang terlalu sering di masa lalu, menurut Desailly, mungkin telah berkontribusi pada ketidaknyamanan sang pemain.
"Saya pribadi ingin ia bertahan. Perannya di tim sangat krusial," tegas legenda Chelsea itu.
Tapi sekali lagi, pesannya tidak berat sebelah. Di sisi lain, Desailly juga menantang Palmer untuk menunjukkan mental kuat dan rasa terima kasih. Ia mengingatkan, Chelsea-lah yang memberi Palmer platform untuk bersinar saat ia kesulitan mendapat menit bermain di City.
"Kalau akhirnya memutuskan pergi, ya itu haknya. Tapi tolong, hormati klub ini. Mereka yang memberimu alat untuk jadi pemain selevel sekarang," kata Desailly dengan nada serius.
Terakhir, ia mengingatkan prioritas utama Palmer saat ini seharusnya bukan soal transfer. "Dia harus fokus pulih total dari cederanya dulu, kembali ke kondisi puncak. Performanya belakangan sudah bicara. Tetaplah rendah hati, kembali ke tim, dan bantu klub entah nanti tetap di sini atau pergi," tandasnya menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Adnan/Indah Pacu Target 10 Besar Dunia Lewat Perempatfinal Indonesia Masters
Hodak Waspada: Persebaya, Ancaman Tersembunyi di Balik Puncak Klasemen
Persija di Persimpangan: Jenner atau Pattynama untuk Slot Diaspora?
PSM Makassar Berburu Gervane Kastaneer, Striker Peserta Piala Dunia 2026