Sebagai pemain berusia matang, Paulo merasa punya keunggulan tertentu. Kemampuan membangun serangan dari belakang dan membaca alur permainan jadi andalannya.
“Saya pikir kemampuan build-up saya cukup baik. Saya selalu mencoba membaca situasi dan melakukan tekel atau intervensi pada saat yang tepat," jelasnya.
Dia menambahkan, kejelian mengintip pergerakan lawan adalah senjata utamanya.
"Membaca pergerakan striker atau bola, membaca situasi, saya rasa itu adalah kekuatan terbesar saya,” tambah Paulo.
Kehadirannya tentu memberi opsi tambahan bagi skuat. Pelatih punya lebih banyak pilihan untuk meracik lini belakang, terutama dalam laga-laga krusial perebutan puncak.
Tantangan terdekat sudah menunggu. Persija akan berjumpa dengan Madura United di lanjutan kompetisi nanti. Laga yang digelar di Stadion Gelora Utama Bung Karno (SUGBK) pada Jumat, 23 Januari 2026 itu, berpotensi menjadi panggung pertama Paulo Ricardo untuk mencuri perhatian puluhan ribu Jakmania.
Artikel Terkait
Alessandro Matri Kritik Sassuolo: Fokus Jual Pemain, Abai Prestasi
PSM Makassar di Ambang Pecat Tomas Trucha, Pelatih Absen di Latihan
PSM Makassar Dihukum Denda Rp150 Juta Akibat Aksi Suporter
Tudor Soroti Blunder Awal Usai Spurs Dibantai Atletico di Liga Champions