Di pelosok Desa Telang Karya, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Sungai Musi dulu menjadi penghalang besar. Warga yang butuh layanan bank harus menyeberanginya jarak jauh, biaya transportasi membengkak. Tapi sejak 2019, ceritanya berubah. Toko Shafa milik Tashadi kini jadi titik terang. Di sini, warga tak perlu lagi jauh-jauh; transaksi perbankan bisa dilakukan dengan cepat dan efisien.
“Tanggapan masyarakat sangat positif,” kata Tashadi. “Biaya untuk nyebrang bisa diminimalisir. Layanannya juga tanpa antre panjang, bahkan tetap buka di hari libur. Warga merasa jauh lebih terbantu.”
Dia membuka layanan BRILink Agen dari pagi buta hingga malam, mulai pukul 07.00 sampai 22.00 WIB. Semua kebutuhan dasar terlayani: bayar listrik, beli token, kirim uang, hingga cicilan. Tashadi bahkan sering jadi jembatan antara warga dan petugas BRI untuk urusan pembiayaan. Baginya, yang paling berkesan justru hal sederhana: bisa membantu orang lain.
“Banyak yang perlu kirim uang untuk anaknya kuliah di luar kota. Sekarang mereka cukup datang ke sini. Layanan jadi dekat, bisa diakses kapan saja,” ungkapnya.
Di sisi lain, perubahan pola transaksi masyarakat desa itu terasa nyata. Akses perbankan yang tadinya rumit, kini jadi urusan yang praktis dan sehari-hari. Keberadaan agen seperti Toko Shafa rupanya memicu pergeseran signifikan ekonomi lokal bergerak lebih lincah.
Artikel Terkait
Wall Street Melonjak Usai Penangkapan Maduro, Trump Buka Keran Minyak Venezuela
Dari Warung ke Kelas: Kisah Ibu Selly yang Menjaga Sekolah Gratis di Pulau Saparua
Geliat Saham Nikel: Sentimen Positif Berkat Rencana Pemangkasan Pasokan
Serangan AS ke Venezuela Pacu Harga Emas ke Level Tertinggi Pekan Ini