Dari Balik Toko Kelontong, Sungai Musi Tak Lagi Jadi Penghalang Transaksi

- Senin, 05 Januari 2026 | 12:24 WIB
Dari Balik Toko Kelontong, Sungai Musi Tak Lagi Jadi Penghalang Transaksi

Di pelosok Desa Telang Karya, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Sungai Musi dulu menjadi penghalang besar. Warga yang butuh layanan bank harus menyeberanginya jarak jauh, biaya transportasi membengkak. Tapi sejak 2019, ceritanya berubah. Toko Shafa milik Tashadi kini jadi titik terang. Di sini, warga tak perlu lagi jauh-jauh; transaksi perbankan bisa dilakukan dengan cepat dan efisien.

“Tanggapan masyarakat sangat positif,” kata Tashadi. “Biaya untuk nyebrang bisa diminimalisir. Layanannya juga tanpa antre panjang, bahkan tetap buka di hari libur. Warga merasa jauh lebih terbantu.”

Dia membuka layanan BRILink Agen dari pagi buta hingga malam, mulai pukul 07.00 sampai 22.00 WIB. Semua kebutuhan dasar terlayani: bayar listrik, beli token, kirim uang, hingga cicilan. Tashadi bahkan sering jadi jembatan antara warga dan petugas BRI untuk urusan pembiayaan. Baginya, yang paling berkesan justru hal sederhana: bisa membantu orang lain.

“Banyak yang perlu kirim uang untuk anaknya kuliah di luar kota. Sekarang mereka cukup datang ke sini. Layanan jadi dekat, bisa diakses kapan saja,” ungkapnya.

Di sisi lain, perubahan pola transaksi masyarakat desa itu terasa nyata. Akses perbankan yang tadinya rumit, kini jadi urusan yang praktis dan sehari-hari. Keberadaan agen seperti Toko Shafa rupanya memicu pergeseran signifikan ekonomi lokal bergerak lebih lincah.


Halaman:

Komentar