“Ini momen yang spesial. Saya cuma fikir untuk masuk dan memberikan yang terbaik, dan syukur bisa cetak gol.”
Di usianya yang ke-21, penampilan singkatnya itu cukup meyakinkan. Efektif dan tajam. Mantan pemain Vitesse Arnhem ini seolah memberi pesan: dia siap bersaing di Eredivisie.
Hasil imbang 1-1 ini, meski heroik, tak banyak mengubah posisi Excelsior di klasemen. Mereka masih bertengger di peringkat 14 dengan 21 poin dari 19 laga. Tapi poin satu itu terasa sangat berharga, mengingat diraih di markas lawan yang tangguh.
Laga selanjutnya tak akan lebih mudah. Minggu depan, Excelsior harus bertandang ke markas FC Twente di Stadion Grolsch Veste, Enschede. Tantangan yang lebih berat menanti.
Miliano sendiri adalah wajah baru di skuad. Dia baru direkrut Excelsior pada bursa transfer Januari 2026 ini, dipinjam dari FC Utrecht hingga akhir musim. Gol debutnya yang cepat ini jelas membuka peluang. Bukan tidak mungkin dia akan mendapat porsi bermain lebih banyak ke depan, memperkuat lini serang The Kralingers untuk sisa kompetisi.
Satu hal yang pasti: malam di Alkmaar itu akan diingat sebagai momen pertama Miliano Jonathans berseru di Liga Belanda.
Artikel Terkait
PSM Serahkan Tampuk Kepelatihan pada Dua Putra Daerah di Tengah Tekanan Klasemen
Roy Keane: MU Perlu Pelatih Kelas Dunia, Bukan Hanya Carrick
Arne Slot Frustrasi, Liverpool Gagal Kembali di Menit Akhir Lawan Tottenham
Lazio Kalahkan AC Milan, Como Hajar AS Roma dalam Drama Klasemen Serie A