JAKARTA – Roy Keane tak pernah dikenal sebagai sosok yang suka basa-basi. Legenda Manchester United itu kembali buka suara, dan kali ini sasarannya adalah masa depan kursi pelatih klub yang ia cintai. Menurutnya, jika MU benar-benar ingin bangkit, mereka harus berani membajak pelatih kelas berat. Namanya? Diego Simeone atau Luis Enrique.
Pernyataan Keane ini jelas sebuah tamparan. Terutama untuk Michael Carrick, yang saat ini memegang kendali tim. Ya, Carrick memang sedang dalam tren positif. Tapi bagi Keane, itu belum cukup. Ia secara terbuka meragukan kemampuan Carrick untuk memikul beban permanen di klub sebesar United.
“Dia melakukan pekerjaan bagus dalam memenangkan pertandingan, itu harus diakui,” ujar Keane.
Tapi kalimatnya langsung berbelok. “Tapi menurut saya masih ada pilihan yang lebih baik di luar sana.”
Statistiknya sebenarnya cukup mentereng. Sejak mengambil alih, Carrick berhasil membawa stabilitas. Dari sembilan laga terakhir di berbagai kompetisi, United menang tujuh. Kemenangan 3-1 atas Aston Villa di Old Trafford bahkan membuka harapan untuk berebut tiket Liga Champions. Performa di ruang ganti juga dikabarkan membaik.
Namun begitu, bagi Keane, semua itu hanyalah kesuksesan jangka pendek. Ia mengingatkan semua pihak untuk tidak terkecoh. Menurutnya, Setan Merah butuh nakhoda dengan mental juara Eropa, bukan pelatih yang masih mencari pengalaman.
“Manchester United membutuhkan sosok yang sudah terbiasa menghadapi tekanan besar di level tertinggi sepak bola dunia,” tegasnya.
Bicara soal level tertinggi, Keane punya dua nama yang langsung meluncur. Pertama, Diego Simeone, sang ahli taktik dengan mental baja dari Atletico Madrid. Kedua, Luis Enrique, sang arsitek di PSG. Keduanya dinilainya punya karakter kuat dan track record mengangkat trofi bergengsi. Itulah yang dibutuhkan untuk membangkitkan kejayaan United.
Memang, tanggung jawab manajer permanen di klub besar itu jauh lebih luas. Bukan cuma soal taktik lapangan. Tapi juga kebijakan transfer, urusan kontrak pemain, hingga mengendalikan dinamika penuh di ruang ganti. Pengalaman tingkat tinggi dianggap sebagai faktor krusial yang masih kurang dari Carrick.
Di sisi lain, Keane bukanlah tipe yang menutup pintu. Ia tetap memberi kesempatan pada Carrick untuk membuktikan dirinya salah. Syaratnya? Cukup sederhana sekaligus berat: bawa pulang trofi besar sebelum musim ini berakhir.
Jadi, ini soal membuktikan diri. Carrick punya sisa musim untuk mengubah keraguan menjadi keyakinan. Atau, manajemen MU akan mendengarkan saran sang legenda dan mulai berburu pelatih kelas dunia. Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares