Hingga akhir tahun lalu, penjualan Bulog ke Koperasi Desa Merah Putih ternyata sudah menembus angka yang cukup fantastis: Rp61,3 miliar. Angka itu bukan akhir cerita. Perkembangan di awal tahun ini pun tak kalah menggembirakan. Baru sampai pertengahan Januari 2026, tepatnya per tanggal 19, transaksi mereka sudah menyentuh Rp7,2 miliar lagi.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, tampak optimis saat menyampaikan laporan ini di Kompleks Parlemen, Rabu lalu.
"Progresnya sangat positif," ujar Rizal. "Untuk penjualan ke Kopdes Merah Putih per 19 Januari, totalnya Rp7,2 miliar. Sementara itu, capaian per akhir Desember 2025 lalu kami catat di angka Rp61,3 miliar."
Di sisi lain, jaringan yang dibangun sebenarnya sudah sangat luas. Saat ini, ada 2.683 titik Rumah Pangan Kita (RPK) Koperasi Desa Merah Putih yang terdaftar dan bergabung dengan Bulog. Namun, dari ribuan titik itu, yang aktif memesan barang baru sekitar 464 unit koperasi. Artinya, potensi pertumbuhan ke depan masih sangat besar.
"Tahun ini kami akan terus mendorong lebih banyak koperasi yang aktif bertransaksi," tambah Rizal, menekankan bahwa angka 464 unit yang aktif itu masih bisa ditingkatkan.
Meski datanya menunjukkan pertumbuhan, Rizal tak menutup mata soal hambatan. Tantangannya beragam, mulai dari masalah klasik seperti modal kerja yang terbatas, infrastruktur gudang dan toko yang belum ideal, sampai pada persoalan kesiapan SDM dan sistem pencatatan digital yang masih perlu dikejar.
Namun begitu, Bulog tak tinggal diam. Pendampingan intensif terus digelar. Tujuannya jelas: agar koperasi-koperasi desa ini bisa benar-benar tumbuh menjadi tulang punggung distribusi pangan yang kuat dan bisa diandalkan oleh masyarakat.
Rizal menutup pernyataannya dengan harapan. "Kami mohon arahan dan masukan dari semua pihak," katanya. Dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, menurutnya, kunci untuk melangkah lebih strategis. Impian besarnya adalah swasembada pangan dan keterjangkauan harga bagi seluruh rakyat Indonesia.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Ketua PGI Sebut Video Ceramah Jusuf Kalla Dipelintir untuk Adu Domba Umat Beragama
Khalid Basalamah Akui Terima Rp8,4 Miliar dari PT Muhibbah, Klaim Hanya Korban Kasus Kuota Haji
BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Dampak Ekonomi Dirasakan Hampir 5.000 Warga Pesisir
Khalid Basalamah Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Kuota Haji, Bantah Jadi Tersangka