Yang jadi pertanyaan, wasit sama sekali tidak memberi hukuman apapun. Pertandingan justru dilanjutkan seperti tak terjadi apa-apa. Keputusan ini, tentu saja, menuai sorotan. Seolah keselamatan pemain diabaikan.
Laga sendiri akhirnya berakhir tanpa gol. Skor 0-0. Tapi hasil imbang itu jelas tenggelam oleh drama yang terjadi lebih awal.
Insiden di Rembang ini seakan mengingatkan kita pada kejadian serupa di Liga 4 Jawa Timur, awal Januari lalu. Saat itu, pemain Perseta Tulungagung, Firman Nugraha, menjadi korban tendangan 'kungfu' dari M Hilmi, pemain Putra Jaya Pasuruan.
Aksinya terekam jelas: tendangan tinggi ke dada Firman di dekat garis tengah. Wasit langsung memberi kartu merah untuk Hilmi.
Konsekuensinya pun jauh lebih berat. Komite Disiplin PSSI Jatim menjatuhkan sanksi seumur hidup untuk Hilmi. Putusan itu tertuang dalam dokumen resmi, menyatakan pelanggaran terhadap pasal-pasal berat tentang kekerasan.
Nah, dengan melihat dua kasus ini, sorotan terhadap aspek keselamatan pemain dan kualitas kepemimpinan wasit di kasta terbawah sepak bola kita semakin kuat. Sepertinya, ada pekerjaan rumah yang besar yang masih menunggu untuk diselesaikan.
Artikel Terkait
Persebaya Lepas Dua Pemain Lagi Jelang Putaran Kedua
Diego Costa Buka Suara: Konflik dengan Conte yang Mengoyak Ruang Ganti Chelsea
Barcelona Pastikan Tiket Play-off Usai Menangi Drama di Praha
Debut Kilat Miliano Jonathans Selamatkan Excelsior di Alkmaar