Rumah Sakit Soeharto Heerdjan Bantah Klaim Perawatan Paksa Pasien EO

- Senin, 09 Maret 2026 | 20:35 WIB
Rumah Sakit Soeharto Heerdjan Bantah Klaim Perawatan Paksa Pasien EO

Video itu tiba-tiba membanjiri linimasa. Seorang wanita, dinarasikan sedang dirawat paksa oleh suaminya di rumah sakit jiwa. Klaim itu cepat menyebar, memicu simpati sekaligus kemarahan netizen. Lalu, bagaimana cerita sebenarnya?

Rumah Sakit Soeharto Heerdjan (RSSH) di Jakarta Barat akhirnya angkat bicara. Mereka dengan tegas membantah adanya praktik pemaksaan dalam kasus pasien berinisial EO itu.

Menurut dr. Soeko W. Nindito, Direktur Utama RS tersebut, EO datang ke IGD mereka pada 31 Januari lalu bukan karena dijebak atau diculik. Faktanya, dia diantar langsung oleh keluarganya sendiri.

"Saudari EO yang viral videonya itu datang ke Rumah Sakit Soeharto Heerdjan diantar oleh suami, bapak dan diketahui oleh ibunya. Jadi, atas kesadaran sendiri mereka mengantar pasien ke rumah sakit kita,"

Soeko menjelaskan hal itu kepada Antara, Senin (9/3/2026).

Ceritanya berawal dari rumah sakit lain. EO sempat dibawa ke sana, tapi akhirnya dirujuk ke RSSH karena dinilai lebih membutuhkan penanganan khusus untuk kesehatan jiwanya. Begitu tiba, tim dokter jiwa langsung melakukan pemeriksaan mendalam.

"Pada saat dibawa ke sini tentunya, kami punya prosedur bagaimana menangani pasien-pasien dengan kondisi kesehatan jiwa," ujar Soeko.

Hasil asesmen itu yang kemudian mengarah pada satu rekomendasi: EO perlu dirawat inap untuk perawatan yang lebih intensif. Nah, keputusan ini tidak diambil sembarangan. Semua sudah melalui persetujuan keluarga. Sang suami, yang waktu itu mendampingi, secara sadar menandatangani informed consent sebagai bentuk izin tindakan kedokteran.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar