Piala Dunia 2026 di Ujung Tanduk, Inggris dan Skotlandia Diimbau Boikot Gara-Gara Trump

- Rabu, 21 Januari 2026 | 21:00 WIB
Piala Dunia 2026 di Ujung Tanduk, Inggris dan Skotlandia Diimbau Boikot Gara-Gara Trump

JAKARTA Gara-gara Donald Trump, Piala Dunia 2026 tiba-tiba jadi bahan perdebatan panas di Inggris. Pemicunya? Rencana presiden AS itu untuk mengenakan tarif impor 25% ke sejumlah negara Eropa. Kebijakan yang satu ini benar-benar disambut dengan geram.

Nah, situasinya jadi makin runyam setelah Inggris dan Skotlandia berhasil mengamankan tiket ke putaran final. Turnamen akbar itu, seperti kita tahu, akan digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Jadinya, wacana boikot bukan lagi sekadar omongan kosong di warung kopi, tapi sudah merambah ke ruang politik yang serius.

Di sisi lain, Trump memang lagi jadi bulan-bulanan. Selain soal tarif, keinginannya untuk membeli Greenland dulu juga bikin banyak pihak menggeleng-gelengkan kepala. Eropa menolak, Trump balik mengancam dengan sanksi ekonomi. Suasana pun tegang.

Dalam kondisi seperti inilah, seorang mantan menteri dari Partai Konservatif, Simon Hoare, angkat bicara. Ia menyarankan agar Inggris Raya bersikap tegas: menolak tampil di Piala Dunia 2026.

Bagi Hoare, turnamen sepak bola terbesar di dunia itu bisa jadi senjata politik yang ampuh untuk melawan kebijakan Trump.

Hoare khawatir, kehadiran Inggris di acara-acara besar di AS justru akan dimanfaatkan Trump untuk mengukuhkan posisinya di dalam negeri. Makanya, langkah ekstrem perlu dipertimbangkan demi martabat nasional.


Halaman:

Komentar