BayRun for Charity 2024 ternyata sukses besar. Acara lari itu berhasil mengumpulkan donasi fantastis, mencapai Rp 3,2 miliar. Dana segar ini terkumpul dari semangat 6.800 peserta lari, ditambah kontribusi pribadi yang cukup signifikan dari Presiden Direktur PT Bayan Resources Tbk, Dato' Low Tuck Kwong.
Lalu, uang sebesar itu mau diapakan? Nah, dana tersebut disalurkan melalui dua mitra terpercaya: Plan Indonesia dan Yayasan Aksi Peduli Bangsa. Tujuannya jelas, membangun infrastruktur air bersih. Fokusnya ada di enam desa di Nusa Tenggara Timur dan dua desa di Morowali, Sulawesi Tengah wilayah-wilayah yang memang masih sering kesulitan air.
Ini semua adalah bagian dari inisiatif sosial Bayan Peduli. Kolaborasi antara Bayan Group dan Plan Indonesia dalam BayRun for Charity 2024 dirancang bukan sekadar acara seremonial. Mereka ingin dampaknya benar-benar terasa, terutama bagi masyarakat yang akses air bersihnya masih sangat terbatas.
Dalam keterangan resminya yang dikutip Kamis (27/11/2025), Bayan Group menekankan betapa pentingnya hal ini.
"Akses air bersih itu hak dasar. Ini pintu pembuka untuk kesehatan yang lebih baik, produktivitas, dan tentu saja, peluang hidup. Kami berharap fasilitas ini bisa jadi awal perubahan nyata. Keluarga bisa hidup lebih sehat, masyarakat punya fondasi kuat untuk tumbuh menuju masa depan berkelanjutan," tulis mereka.
Harapannya, program yang digagas Bayan Group ini bisa langsung menyentuh kehidupan lebih dari 12.400 jiwa. Manfaatnya pun berlapis. Selain air minum yang layak, hadirnya akses air bersih juga akan mendukung sektor lain: pendidikan anak, kesehatan lingkungan, sanitasi, hingga menggerakkan roda ekonomi keluarga.
Penyerahan sarana air bersih pertama sudah dilakukan. Tepatnya pada 19 November 2025 lalu, di Desa Pisan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Proses pembangunannya sendiri sudah dimulai sejak awal tahun dan rampung akhir Oktober lalu. Desa Pisan ini salah satu dari enam desa penerima manfaat di NTT.
Lalu, seperti apa bentuk pembangunannya? Cukup komprehensif. Di setiap lokasi, dipasang jaringan pipa sepanjang 2 sampai 4 kilometer. Dibangun juga water reservoir atau penampung utama berkapasitas 3.000 hingga 6.000 liter. Tak ketinggalan, hidran umum didirikan di titik-titik strategis desa. Intinya, infrastruktur ini dibangun agar air bersih benar-benar tersebar merata, mudah diakses siapa saja, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup warga.
Di sisi lain, proyek semacam ini menunjukkan sebuah kolaborasi yang solid. Pihak swasta, pemerintah daerah, dan LSM bergandengan tangan untuk memastikan lebih banyak masyarakat mendapat akses air berkelanjutan. Ini langkah konkret yang memperkuat ketahanan komunitas dan memberikan solusi jangka panjang untuk kebutuhan paling mendasar.
Komitmen Bayan Group rupanya tak berhenti di sini. Mereka menyatakan akan terus mendukung inisiatif-inisiatif serupa untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Yang penting, setiap program harus menghadirkan dampak nyata dan berkelanjutan bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk generasi mendatang.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Dua Pengedar Narkoba dengan Lebih dari 1 Kg Ganja di Perumahan Jonggol
Gubernur DKI Buka Suara soal Lagu Erika, Sebut Lirik Asli Dulu Berisi Kritik Sosial
El Nino Godzilla Ancam Produksi Padi dan Jagung, Pakar UMY Peringatkan Krisis Pangan
Pria di Tangerang Tewaskan Ibu Tiri Diduga Dipicu Penolakan Pinjam HP dan Pengaruh Narkoba