Polisi Bongkar Jaringan Peredaran Obat Keras Ilegal di Jakarta Pusat, 5 Pelaku Diamankan

- Minggu, 19 April 2026 | 15:15 WIB
Polisi Bongkar Jaringan Peredaran Obat Keras Ilegal di Jakarta Pusat, 5 Pelaku Diamankan

JAKARTA – Aksi polisi di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, berhasil membongkar sebuah jaringan gelap. Targetnya? Peredaran obat keras tanpa resep dokter. Lima orang pelaku diamankan dari dua lokasi terpisah, dengan barang bukti yang mencengangkan: puluhan ribu butir obat terlarang.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P. Hutagalung, operasi ini berawal dari keresahan warga. Ada laporan soal aktivitas transaksi obat ilegal yang marak di sekitar Karang Anyar.

“Kami menindaklanjuti informasi warga terkait maraknya peredaran obat keras tanpa resep dokter. Setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan, petugas berhasil mengamankan lima pelaku beserta barang bukti,”

kata Reynold, Minggu (19/4/2026).

Operasi pertama digelar Kamis malam, 16 April. Tiga pelaku berinisial W, S, dan M diamankan di sejumlah titik di Karang Anyar dan Kartini. Dari tangan mereka, polisi menyita berbagai jenis obat keras. Mulai dari tramadol, eksimer, sampai alprazolam dan trihexyphenidyl.

Interogasi terhadap ketiganya membuahkan hasil. Polisi lalu melakukan pengembangan dan kembali bergerak Jumat (17/4) sore. Kali ini di sebuah kamar kos di Jalan Petak X. Dua pelaku lain, I dan A, berhasil diamankan. Barang bukti bertambah: ratusan butir tramadol dan uang hasil penjualan.

Kalau dihitung total, jumlahnya fantastis.

Kapolsek Sawah Besar, Kompol Rahmat Himawan, membeberkan angka pastinya. “Ini merupakan hasil pengungkapan dari dua laporan polisi. Jumlah barang bukti cukup besar dan diduga kuat akan diedarkan secara ilegal di wilayah Jakarta Pusat,”

ujarnya.

Barang bukti yang disita mencapai 31.997 butir obat keras daftar G. Saat ini, kelima pelaku sudah diamankan di Polsek Sawah Besar untuk penyidikan lebih lanjut. Mereka terancam Pasal 435 UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Kapolres Reynold menegaskan komitmennya. Pihaknya tak akan berhenti memberantas peredaran obat ilegal yang dinilai sangat berbahaya, terutama bagi generasi muda.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran obat ilegal. Ini komitmen kami dalam menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat,”

tegas Reynold.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar