Kementerian Pemuda dan Olahraga bakal membuka seleksi untuk posisi strategis. Mereka mencari sosok untuk mengisi kursi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, yang termasuk dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya. Menariknya, kesempatan ini tak hanya untuk ASN, tapi juga profesional dari luar pemerintahan.
Menurut Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga, proses ini sengaja dirancang terbuka dan transparan. Tujuannya jelas: mendapatkan pemimpin terbaik yang punya integritas dan kemampuan mumpuni.
“Seleksi ini kami adakan secara transparan, terbuka, objektif dan selektif sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebagai komitmen Kemenpora menghadirkan kepemimpinan yang profesional, berintegritas dan mampu mendorong kemajuan industri olahraga nasional,” tegas Erick, Selasa (20/1).
“Diharapkan Deputi yang terpilih nanti bisa memperkuat ekosistem industri olahraga dan meningkatkan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi berbasis olahraga,” lanjutnya.
Proses seleksinya sendiri cukup panjang, terdiri dari delapan tahap beruntun. Semuanya akan dimulai pada 2 Februari 2026, saat pengumuman detail beserta persyaratan dirilis di laman Kemenpora. Baru sehari setelahnya, pendaftaran online dibuka. Calon peserta punya waktu hingga 17 Februari untuk mendaftar lewat situs BKN.
Nah, setelah pendaftaran ditutup, tahap penyisihan administrasi langsung digelar dari 18 hingga 23 Februari. Panitia akan mengecek ketat kelengkapan dan validitas berkas setiap pendaftar. Hasilnya? Akan diumumkan pada 25 Februari. Mereka yang namanya tercantum di pengumuman itu berhak lanjut ke tahap berikutnya.
Ini dia tahap yang cukup menantang: seleksi kompetensi manajerial dan sosial kultural. Dijadwalkan pada 3 dan 4 Maret di Kantor BKN Pusat, Jakarta, di sinilah kemampuan kepemimpinan dan adaptasi kultural calon deputi benar-benar diuji.
Belum selesai. Mereka yang lolos masih harus menulis makalah pada 10 Maret. Puncaknya adalah presentasi dan wawancara intensif selama dua hari, 11 dan 12 Maret, di hadapan para penguji. Semua rangkaian panjang ini akhirnya berujung pada pengumuman nama pemenang pada 30 Maret 2026.
Jadi, prosesnya memang berliku. Namun begitu, ini menunjukkan keseriusan pemerintah mencari orang yang tepat untuk menggerakkan industri olahraga tanah air. Siapa pun yang terpilih nanti, tugasnya tidak akan ringan.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Pulang ke Indonesia, Rindu Masakan Kampung Halaman Usai Balap di Hungaria
Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0 dalam Laga FIFA Matchday di SUGBK
Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0 di SUGBK, Gol Tunggal Ole Romeny
Spanyol Tak Terbendung Tanpa Lamine Yamal, Bantai Peru 3-1 di Laga Uji Coba