Iran Diambang Mundur dari Piala Dunia 2026, Gejolak Politik dan AS Jadi Momok

- Selasa, 20 Januari 2026 | 17:30 WIB
Iran Diambang Mundur dari Piala Dunia 2026, Gejolak Politik dan AS Jadi Momok

Hubungan diplomatik Tehran dan Washington yang sejak lama tidak akur membuat situasi ini jadi rawan. Kekhawatiran muncul dari berbagai sisi: mulai dari keamanan tim selama di AS, pergerakan suporter yang mungkin dibatasi, sampai potensi kendala administratif yang bisa menyulitkan delegasi Iran. Faktor geopolitik ini benar-benar jadi momok.

Dua masalah berat itulah yang mendorong FFIRI mempertimbangkan langkah ekstrem: mundur. Wacananya sudah beredar, meski belum ada pernyataan hitam di atas putih dari federasi. Pembahasan internal diklaim sedang berlangsung.

Kalau benar Iran memilih angkat kaki, efeknya akan terasa luas. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pasti akan kebingunan. Mereka wajib menunjuk pengganti untuk mengisi slot Asia yang ditinggalkan Iran. Prosesnya pasti akan ramai diperbincangkan, apalagi kuota Asia untuk Piala Dunia 2026 memang bertambah. Tapi, kepergian Iran sebagai salah satu kekuatan tradisional Asia tetap akan menjadi pukulan. Bayangkan, turnamen kehilangan satu tim yang selalu punya daya kejut.

Sampai detik ini, FIFA juga masih bungkam. Badan sepak bola dunia itu memang terkenal sangat hati-hati menangani isu yang melibatkan politik dan keamanan, terlebih saat turnamen besar seperti ini akan digelar.

Jadi, sekarang semua mata tertuju pada keputusan FFIRI. Apakah mereka akan nekat mengesampingkan segala risiko demi panggung dunia? Atau justru memilih mundur untuk alasan yang lebih besar? Pilihannya tidak mudah. Dan apapun itu, dampaknya akan mengubah dinamika Piala Dunia 2026.


Halaman:

Komentar