LONDON Badai Kritik dan Janji Bertahan
Suasana di kompleks latihan Tottenham terasa berat Senin sore. Namun, Thomas Frank berdiri di hadapan media dengan sikap yang justru menantang. Manajer Spurs itu bertekad untuk bertahan, bersikeras bahwa dirinya masih mendapat dukungan penuh dari pimpinan klub. "Saya akan berjuang mempertahankan posisi ini," ujarnya dengan nada tegas. Perjuangannya itu akan dimulai dari markas mereka sendiri di London utara.
Tekad itu muncul setelah tekanan memuncak. Sabtu lalu, Tottenham tumbang 2-1 di kandang sendiri dari West Ham United rival sekota yang sedang berjuang hindari jurang degradasi. Kekalahan itu bukan sekadar tiga poin yang melayang. Ia seperti pukulan telak yang memperburuk situasi yang sudah pelik.
Bagaimana tidak? Dari 11 laga kandang musim ini, Spurs cuma mengumpulkan sembilan poin. Hasil itu menempatkan mereka di peringkat 14 klasemen sementara. Lebih menyakitkan lagi, hanya dua tim juru kunci klasemen West Ham dan Wolverhampton yang punya catatan kandang lebih buruk. Performa itu jelas jauh dari harapan.
Kekalahan dari West Ham ibarat percikan api. Kabarnya, manajemen sempat mempertimbangkan untuk memecat Frank segera. Teriakan ketidakpuasan dari tribun pendukung sepertinya menggema hingga ke ruang direksi. Namun, keputusan akhirnya berbeda. Frank diberi kesempatan lagi, setidaknya untuk laga penting Liga Champions melawan Borussia Dortmund, Selasa malam ini.
Artikel Terkait
Rumor Gila: Sergio Ramos Dikaitkan dengan Persib di Tengah Puncak Klasemen
Persib Berburu Bek Eks PSG, Kurzawa Dikabarkan Sudah di Bandung
Dua Lolos, Satu Tumbang: Ginting dan Yusuf Melaju di Kualifikasi Indonesia Masters
Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026, Garuda Hadapi Bulgaria hingga Saint Kitts