Di sisi lain, ironisnya, justru di kompetisi Eropa-lah Tottenham tampak lebih meyakinkan. Mereka masih punya peluang besar melaju ke babak 16 besar, hanya terpaut satu poin dari zona aman. Kontras yang tajam antara performa domestik dan kontinental ini menambah warna drama musim mereka.
Sebelum jumpa pers, Frank lebih dulu menggelar pertemuan tertutup. Ia duduk bersama sejumlah nama penting klub: CEO Vinai Venkatesham, Direktur Olahraga Johan Lange, dan figur berpengaruh Nick Beucher. Kehadiran Beucher cukup menarik. Sejak kepergian mendadak Daniel Levy awal musim, menantu pemilik klub Vivienne Lewis ini perannya kian menonjol.
Frank mengaku pertemuan itu memberinya angin segar. Ia menepis segala rumor tentang posisinya sebagai bagian dari "sirkus media" belaka. "Saya merasakan kepercayaan dari mereka," katanya.
Namun begitu, Frank sadar betul bahwa semua dukungan dan percakapan baik itu punya syarat mutlak: kemenangan. Tanpa itu, segalanya bisa berubah dengan cepat.
Pertandingan melawan Dortmund nanti akan menjadi ujian nyata. Bukan cuma untuk harapan di Liga Champions, tapi mungkin juga untuk masa depan Thomas Frank sendiri di London Utara. Ia berjanji bertahan. Sekarang, tinggal buktinya.
Artikel Terkait
Komnas Perempuan Apresiasi Respons Cepat Menpora Terkait Dugaan Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing
PSM Bangkit dari Ketertinggalan, Imbangi Malut United 3-3
Borneo FC Hancurkan Persebaya 5-1, Geser Persija di Papan Atas Super League
Arsenal Lolos ke Perempat Final Piala FA Usai Dihajar Ketat Mansfield 2-1