Benjamin Netanyahu tak ragu menyatakan perang akan terus berlanjut. Dalam sebuah pernyataan tegas, Perdana Menteri Israel itu menyebut Amerika Serikat masih berdiri di sisinya. Yang lebih mengejutkan, dia mengklaim pihaknya kini hampir sepenuhnya menguasai langit Teheran hanya dalam kurun satu minggu sejak serangan dimulai.
“Kami memiliki rencana sistematis untuk membasmi rezim Iran dan mencapai banyak tujuan lainnya,” ujar Netanyahu, seperti dilaporkan AFP pada Minggu (8/3/2026).
Suaranya terdengar penuh keyakinan. Menurut sejumlah saksi, rentetan serangan gabungan Israel-AS yang dilancarkan sejak Sabtu (28/2) lalu memang telah memakan korban tertinggi: Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, dilaporkan tewas.
“Warga sekalian, Anda meminta saya, pemerintah, dan tentara heroik kita untuk terus berlanjut hingga kemenangan, dan saya berterima kasih kepada Anda,” lanjutnya.
“Saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami akan melanjutkan dengan seluruh kekuatan kami.”
Netanyahu menegaskan, berkat operasi pengeboman yang dilakukan pilot Israel dan Amerika, kendali atas wilayah udara Iran kini berada di tangan mereka. “Kami telah memperoleh kendali hampir penuh atas ruang udara,” klaimnya. Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa eskalasi masih mungkin terjadi.
Di sisi lain, dia juga menyampaikan pesan langsung kepada rakyat Iran. Netanyahu menyebut ‘momen kebenaran’ akan segera tiba. Israel, katanya, berupaya membantu membebaskan mereka dari apa yang disebutnya ‘belenggu tirani’. Tak hanya itu, dia merasa Israel telah berhasil ‘mengubah Timur Tengah’ dan menggeser peta kekuatan di kawasan.
Data dari militer Israel seolah mengukuhkan klaim-klaim itu. Selama minggu pertama perang, mereka melaporkan telah melakukan sekitar 3.400 serangan ke Iran. Amunisi yang dijatuhkan? Sekitar 7.500. Angka yang tak main-main.
Namun begitu, langit Iran masih menyisakan tanda tanya. Dan perang, tampaknya, belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Indonesia Ekspor 250.000 Ton Pupuk Urea ke Australia, Disambut Apresiasi PM Albanese
Kisah Operasi Kopassus Menaklukkan Dukun Kebal Pasca-G30S
Pemerintah Rencanakan Jaringan Kereta Api 2.800 Km di Kalimantan, Masuk Tahap Perencanaan
Indonesia Desak Investigasi Tuntas Serangan ke Pasukan UNIFIL di Lebanon