Sementara Gali Freitas terbilang cukup konsisten. Dari 16 laga (883 menit), ia mengemas empat gol dan tiga assist (xG 5,54).
Namun begitu, secara kolektif, trio ini dinilai belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi sebagai mesin gol utama. Itulah sebabnya Tavares mencoba opsi berbeda dengan Trio BBM. Kombinasi baru ini diharapkan bisa menghadirkan keseimbangan: kecepatan, fisik, dan ketajaman di depan gawang.
“Kami ingin ruang ganti semakin kuat dan tim menjadi lebih baik,” tegas Tavares soal kedatangan pemain-pemain baru ini.
Nah, untuk memuluskan transisi, Persebaya berencana menggelar sejumlah laga uji coba. Agenda ini penting buat mengevaluasi pemain yang belum banyak dapat menit bermain.
“Kami ingin melihat pemain yang belum banyak bermain. Pertandingan persahabatan penting untuk menciptakan persaingan di dalam tim,” jelasnya lagi.
Bagi Tavares, uji coba adalah alat seleksi sekaligus pemantik semangat. Filosofinya sederhana: tim yang kuat harus punya kompetisi internal yang sehat. Setiap posisi idealnya diisi dua atau tiga pemain dengan kualitas seimbang.
“Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” papar Tavares.
Filosofi inilah yang mendasari penambahan amunisi di sektor serang. Perubahan mesin gol ini sama sekali bukan penghapusan peran Trio MBG. Sebaliknya, ini adalah bukti ambisi Persebaya untuk terus berkembang, beradaptasi, dan mencari formula terbaik di bawah arahan Bernardo Tavares.
Artikel Terkait
Maret, Panggung Pertama John Herdman: Ujian Nyata di FIFA Series
Thomas Frank Bertekad Bertahan di Tottenham di Tengah Badai Kritik
Mourinho Tolak Sinetron Madrid: Saya Tak Mau Terlibat
Martinez Panas, Legenda MU Sindir Mentalitas Bek Argentina