PSIS Semarang Bongkar Skuad, Fokus Rekrut Pemain Lokal Siap Tempur

- Senin, 19 Januari 2026 | 22:00 WIB
PSIS Semarang Bongkar Skuad, Fokus Rekrut Pemain Lokal Siap Tempur

Di sisi lain, beberapa klub Super League punya surplus pemain. Bisa karena rotasi skuad, kedalaman yang baik, atau pergantian pelatih.

Ambil contoh PSM Makassar. Mereka dikenal punya banyak pekerja keras dengan disiplin taktik kuat. Pemain lapis kedua mereka seringkali punya kualitas starter di klub lain.

Lalu ada Persebaya Surabaya. Klub ini punya stok pemain muda dan lokal yang sangat besar. Persaingan ketat di internal membuat beberapa pemain minim menit bermain, padahal kualitasnya sudah matang.

Jangan lupakan Persib Bandung. Mungkin klub dengan kedalaman skuad terbaik musim ini. Tidak semua pemain cadangan mereka mendapat ruang, meski kemampuan mereka sebenarnya sudah teruji di level tertinggi.

Bagi PSIS, mendatangkan pemain dari klub-klub besar itu bukan soal “mengambil sisa”. Ini lebih tentang memanfaatkan kompetisi internal yang ketat di klub lain untuk keuntungan sendiri.

Tekanan Klasemen yang Mencekik

Posisi PSIS di papan bawah jelas jadi alarm. Setiap laga sekarang bernilai strategis. Satu kesalahan kecil saja, dampaknya bisa besar untuk masa depan klub di akhir musim nanti.

Dalam kondisi seperti ini, romantisme proyek jangka panjang harus disimpan dulu. PSIS butuh stabilitas, dan mereka butuh sekarang juga.

Perombakan skuad ini jalan paling realistis. Tujuannya? Menyuntikkan energi baru, meningkatkan daya saing internal, dan yang paling penting, mengembalikan kendali atas permainan.

Pesan untuk Skuad yang Tersisa

Pelepasan empat pemain lokal itu juga punya makna tersirat bagi pemain lain: tidak ada zona aman di skuad ini. Setiap menit bermain harus dibayar tunai dengan performa.

Bagi pemain muda PSIS, ini sekaligus peluang dan ujian. Mereka yang siap secara mental dan taktik akan dapat ruang. Sebaliknya, yang tidak siap, bisa-bisa tergilas oleh situasi.

Memang Ada Risiko, Tapi...

Setiap perubahan besar pasti bawa risiko. Chemistry tim bisa terganggu, butuh adaptasi ulang. Tapi, menurut saya, bertahan dengan komposisi lama yang sudah terbukti tidak efektif justru lebih berbahaya. Jauh lebih berisiko.

PSIS memilih untuk bergerak sekarang. Mereka tak mau cuma menunggu nasib di akhir musim.

Langkah ini menandai satu hal penting: Mahesa Jenar belum menyerah pada musim 2025/2026. Mereka memilih melawan arus, membongkar masalah sampai ke akarnya, lalu mencari solusi yang paling masuk akal meski itu berarti harus melepas nama besar dan reputasi masa lalu.

Sekarang, semua mata tertuju pada langkah selanjutnya. Apakah PSIS benar-benar akan berburu pemain lokal siap tempur dari Super League? Jawabannya nanti akan menentukan banyak hal. Bukan cuma posisi di klasemen, tapi juga arah identitas PSIS ke depannya.


Halaman:

Komentar