Ia lalu mengenang masa-masa awal di Ajax, tempat ia mengenyam pendidikan di akademi klub dari 1981 sampai 1988. Memang, dia tak pernah membela tim muda apalagi tim senior de Godenzonen, tapi ikatan emosionalnya jelas tak pernah putus.
“Mulai Februari, saya akan berkomitmen penuh. Ajax adalah klub yang unik dengan sejarah yang sangat kaya, dan saya akan melakukan segalanya untuk menambahkan kesuksesan baru bersama,” tegasnya.
Di sisi lain, penunjukan ini dilihat banyak pihak sebagai langkah serius Ajax untuk membenahi struktur teknis mereka. Dan tentu saja, ini jadi sorotan menarik. Jordi Cruyff kini bukan cuma main di panggung elite Eropa, tapi juga punya andil dalam perjalanan Garuda di Asia.
Artikel Terkait
Bernardo Tavares Siapkan Bom Waktu untuk Skuat Asing Persebaya
Herdman Gantungkan Mimpi Piala AFF pada Mental dan Pemain Lokal
Roy Keane Tunduk: Carrick Jawab Keraguan dengan Kemenangan Derbi Manchester
Panenka yang Gagal dan Tangis Diaz: Kisah Pahit di Final Piala Afrika