Drama justru memuncak di penghujung waktu normal. Wasit menganugerahkan penalti untuk Maroko setelah ada pelanggaran di kotak terlarang. Keputusan ini langsung memicu protes keras dari pemain Senegal, bahkan sempat ada aksi walk-out singkat yang bikin tegang.
Ketika situasi mereda dan eksekusi dilakukan, Brahim Dias yang maju sebagai algojo justru gagal. Tendangannya terlalu lemah dan mudah ditepis kiper andalan Senegal, Edouard Mendy. Peluang emas itu pun menguap begitu saja.
Gagal penalti itu rupanya jadi momentum balik. Babak perpanjangan waktu berjalan alot, sampai akhirnya Pape Gueye muncul sebagai pahlawan. Sepakan kaki kirinya dari luar kotak penalti meluncur deras, menyelinap melewati kiper Maroko. Gol! Itulah yang mereka nantikan.
Skor 1-0 bertahan hingga laga usai. Senegal menang, dan mereka resmi menjadi raja Afrika sekali lagi. Suasana di lapangan jelas kontras; satu sisi euphoria, sisi lain kekecewaan yang dalam. Tapi itulah sepak bola, hanya satu yang bisa berdiri di podium tertinggi.
Artikel Terkait
Dybala dan Fullkrug Bawa Roma dan Milan Kian Kokoh di Puncak Klasemen
Barcelona Gagal Jauhkan Diri, Madrid Kian Mendekat
Senegal Juara Piala Afrika Usai Drama Mogok Main di Final
Barcelona Tersungkur di Markas Sociedad, Milan dan Roma Selamat