Di gim kedua, Loh Kean Yew jelas tak mau menyerah. Dia memaksa permainan berjalan cepat, menekan Jonatan sejak awal. Setiap ada celah sekecil apapun, smash keras langsung dilepaskan. Skor pun bergulir ketat: 0-2, 5-3, lalu Loh unggul 6-9 hingga 9-11 di interval.
Setelahnya, Jonatan perlahan mulai bisa mengimbangi ritme gila ini. Agresivitas ditingkatkan, pertahanan diperketat. Hasilnya, dia meraih poin beruntun dan membalikkan keadaan jadi 13-11. Posisi pun berbalik; kini Loh yang terlihat keteteran. Dari skor imbang 13-13, Jonatan melesat menjauh ke 17-13.
Masalahnya, akurasi pukulan belakangnya masih jadi ganjalan. Beberapa kali shuttlecock melayang keluar, memberi poin cuma-cuma untuk Loh. Sempat unggul 18-15, Jonatan dikejar sampai 18-18 dua poin di antaranya berasal dari pukulan out-nya sendiri.
Namun, di momen krusial, Loh Kean Yew juga melakukan blunder. Beberapa kesalahan tak perlu itu akhirnya membuka peluang. Jonatan memanfaatkannya dengan baik dan menutup pertandingan dengan skor 22-20. Sebuah kemenangan yang didapat lewat perjuangan habis-habisan.
Artikel Terkait
Fermin Aldeguer Masuk Daftar Sementara MotoGP Brasil Usai Pulih dari Cedera Paha
Herdman Incar Dua Pemain Naturalisasi Baru Asal Eropa untuk Timnas Indonesia
Gaji Marquez di Ducati Capai 9 Juta Euro, Bonus Bisa Tembus Rp225 Miliar
Enam Wakil Indonesia Lolos ke Perempatfinal All England 2026