Di sisi lain, Grup B juga tak kalah menarik. Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos akan saling sikut. Komposisinya menunjukkan peta kekuatan yang relatif seimbang di kedua grup.
Ridho sendiri mengakui, grupnya bukan grup mudah. Dia menegaskan, satu pun lawan tak boleh dianggap enteng. Fokus dan kerja keras ekstra adalah kunci utamanya.
“Tentunya tadi saya sudah sempet bilang juga, ini bukan grup yang mudah, tentunya kita akan berusaha lebih keras lagi untuk mewujudkan apa yang kita harapkan,” ujarnya.
Catatan Timnas di Piala AFF memang kerap menyisakan rasa nyeri: enam kali menjadi runner-up, juara belum pernah. Itulah sejarah pahit yang ingin diubah Ridho dan kawan-kawan. Tekanan dari catatan itu justru dia lihat sebagai pemicu motivasi. Pergantian pelatih, menurutnya, adalah peluang emas untuk membuka lembaran baru.
Ambisi tinggi itu kini menggantung. Piala AFF 2026 akan menjadi panggung pembuktian. Bisa kah Skuad Garuda akhirnya mengangkat trofi yang selama ini selalu terlihat dari kejauhan? Rizky Ridho dan kawan-kawan tampaknya sudah siap berjuang untuk jawabannya.
Artikel Terkait
Herdman: Gelar Perdana Piala AFF 2026 adalah Ambisi Nyata, Bukan Sekadar Mimpi
Grup Neraka Menanti Garuda di Piala AFF 2026
Barongsai Jogja Siap Tancapkan Prestasi di Ajang Elite Tiongkok
Smash Nyaris 480 km/jam di Malaysia Open, Tapi Gelar Tak Jatuh ke Tangan yang Tercepat