Menit-menit akhir punya cerita lain. Madrid, seperti biasa, berusaha bangkit. Di menit 90 1, Gonzalo Garcia menyundul bola masuk dari sekali lagi sepak pojok. Sepertinya pertandingan akan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Tapi Betancor punya jawaban final. Hanya berselang tiga menit kemudian, pemain itu melepaskan sepakan chip yang cantik. Lunin hanya bisa terdiam mematung, melihat bola melambung melewatinya. Gol! 3-2 untuk Albacete, dan itu menjadi penutup yang sempurna. Real Madrid pun tersingkir dengan cara yang dramatis.
Kekalahan ini tentu terasa pahit, terutama bagi Alvaro Arbeloa. Ini adalah debutnya sebagai pelatih kepala Madrid, menggantikan Xabi Alonso yang baru saja dipecat. Sungguh awal yang berat. Apalagi, mereka dikalahkan oleh tim yang saat ini hanya duduk di peringkat 17 Divisi 2 Spanyol. Bisa dibayangkan betapa memalukannya hasil ini.
Di sisi lain, perjalanan Barcelona, rival abadi Madrid, di Copa del Rey baru akan dimulai. Mereka akan bertandang ke markas Racing Santander, pemuncak Divisi 2, Jumat dini hari nanti. Siapa sangka, tim-tim dari kasta kedua justru menjadi penentu cerita di kompetisi piala kali ini.
Artikel Terkait
Grup Neraka Mengintai, Herdman Hadapi Ujian Berat di Drawing Piala AFF
Tiga Harapan Indonesia Hadapi Ujian Berat di India Open 2026
Chelsea Tumbang di Stamford Bridge, Arsenal Bawa Keunggulan Tipis ke Emirates
Herdman Langsung Blusukan: Dari Ngobrol Personal hingga Pantau Liga Lokal