“Saya sempat menonton El Clasico di televisi beberapa malam lalu, dan itu adalah pertandingan yang sangat panas dan penuh gairah, memang begitulah laga derbi,” ucap Herdman, menggambarkan antusiasmenya.
Bagi dia, pemantauan kompetisi domestik punya peran yang sangat vital. Liga lokal, dalam pandangannya, adalah jalur utama pemain menuju level internasional. “Menurut saya, komitmen terhadap liga domestik di sini adalah fondasi bagi masa depan kita,” tegasnya.
Tak cuma itu. Herdman menekankan, kehadiran pelatih timnas di tribun liga lokal adalah sebuah sinyal penting. “Dan penting juga, pertama, bahwa saya untuk menonton. Karena jika pelatih tim nasional tidak menonton liga domestik, maka tidak ada harapan bagi para pemain lokal,” paparnya lugas.
Rencananya tak berhenti di dalam negeri. Herdman sudah menyiapkan langkah lanjutan yang lebih jauh. Dia berencana terbang ke Eropa pada akhir Januari atau awal Februari mendatang. Tujuannya jelas: bertemu langsung dengan pemain-pemain Indonesia yang sedang berkarier di luar negeri.
“Saya akan pergi ke Eropa untuk melihat lingkungan latihan mereka dan mendengarkan mereka secara langsung sekaligus mencari pemain lain yang mungkin siap bergabung,” pungkasnya.
Pendekatan yang menyeluruh ini dari obrolan personal, pemantauan liga, hingga rencana blusukan ke Eropa langsung terasa sejak hari pertama. Gaya kepemimpinan Herdman memperlihatkan satu hal: dia tak cuma datang membawa nama besar, tapi langsung turun membangun fondasi tim dari hal yang paling mendasar, yaitu hubungan dengan para pemainnya.
Artikel Terkait
Real Madrid Tersungkur Dramatis di Tangan Albacete di Copa del Rey
Chelsea Tumbang di Stamford Bridge, Arsenal Bawa Keunggulan Tipis ke Emirates
Comeback Epik An Se Young, Gelar Malaysia Open 2026 Tak Terbendung
Herdman Saksikan Langsung El Clasico, Sorot Performa Solid Rizky Ridho