Dia ambil contoh Borneo FC. Klub itu, dalam pandangannya, memberi ruang yang cukup besar bagi talenta muda. Bermain secara reguler itu penting banget untuk pembentukan mental dan kualitas seorang pemain.
"Menurut saya penting bagi pemain muda kita, seperti pemain muda di Borneo FC untuk mendapatkan menit bermain," tegas Herdman.
"Mereka perlu tahu bahwa pelatih timnas memerhatikan mereka karena mereka adalah masa depan kita."
Di sisi lain, Herdman sendiri terpana dengan atmosfer El Clasico yang disaksikannya. Gairahnya, tensinya, semuanya meninggalkan kesan mendalam baginya. "Saya pikir kita harus mengakui dan menghargai liga profesional di sini," ungkapnya. Laga yang panas dan penuh gairah seperti itu, menurut pelatih 50 tahun ini, justru jadi sarana latihan mental yang sempurna bagi pemain lokal untuk terbiasa dengan situasi sulit.
Herdman sendiri baru resmi diperkenalkan ke publik pada Selasa lalu. PSSI mengikatnya dengan kontrak dua tahun, plus opsi perpanjangan dua tahun ke depan.
Dengan pendekatannya yang langsung turun ke lapangan, Herdman sepertinya ingin memberi pesan: Timnas Indonesia nanti akan diisi oleh pemain-pemain yang benar-benar terbukti performanya, bukan sekadar nama besar. Dan untuk saat ini, Rizky Ridho jelas berada di puncak daftar pantauannya.
Artikel Terkait
Jonatan Christie Curiga Lawan Rusak Shuttlecock di India Open
Persebaya Pacu Adaptasi dan Persaingan Jelang Paruh Musim Kedua
Harapan Indonesia di India Open 2026 Pupus di Tangan Unggulan China
Herdman: Tekanan Bukan Momok, Tapi Bahan Bakar Garuda