Ironisnya, tak lama berselang, giliran Juventus yang dapat penalti akibat handball. Eksekusi Kenan Yildiz mental dari tiang, tapi bola jatuh tepat di kakinya lagi. Sentuhan ringan Audero pada tembakan awal ternyata tak cukup; Yildiz menyambar rebound dan skor menjadi 3-0.
Memasuki babak kedua, keadaan tak membaik. Juventus malah makin menggila. Fabio Miretti lagi-lagi berperan, kali ini dengan umpan terobosan tajam untuk Weston McKennie. Gelandang Amerika itu melewati Audero dan, meski sudutnya sempit, berhasil menceploskan bola ke gawang. Sebuah upaya penyelamatan bek lawan pun tak mampu menghalanginya.
Tekanan terus berlanjut. Audero masih harus menghadapi tembakan keras Yildiz dan sundulan McKennie. Tapi pukulan terakhir datang tak terelakkan. McKennie menyelesaikan malam spektakulernya dengan menyundul umpan silang Pierre Kalulu, menggenapkan penderitaan Cremonese menjadi lima gol tanpa balas.
Kemenangan besar ini mengangkat Juventus ke 39 poin, menyamai AS Roma dan Napoli. Ketiganya kini berjejal di posisi ketiga hingga kelima klasemen. Di sisi lain, bagi Emil Audero dan Cremonese, ini adalah malam kelam yang harus segera dilupakan. Perjalanan pulang dengan membawa lima gol kebobolan tentu terasa sangat berat.
Artikel Terkait
Carrick Kembali ke Old Trafford? MU Buru Pelatih Interim Lagi
Real Madrid Akhiri Era Xabi Alonso Usai Kekalahan dari Barcelona
Gagah dan Cantik, Ini 5 Pevoli Andalan Jakarta Electric PLN untuk Kejar Grand Final Proliga 2026
MotoGP di Yas Marina? Uncini Buka Peluang Kolaborasi dengan F1