Bicara soal Figo, kisahnya memang ekstrem. Setelah pindah ke Real Madrid, dia selalu jadi sasaran kebencian fans Barcelona. Puncaknya terjadi pada November 2002. Saat Figo bersiap mengambil tendangan pojok, berbagai benda beterbangan dari tribun termasuk sebuah kepala babi! Untungnya, atmosfer di Indonesia tidak separah itu. Meski kadang masih ada cibiran, Klok tidak pernah mendapat perlakuan fisik yang membahayakan.
Kini, setelah beberapa musim membela Maung Bandung, Klok merasa telah menemukan rumah. Dia merasa dihargai dan bahkan sudah menambah koleksi gelar juara di sini.
Laga akhir pekan ini, baginya, adalah kesempatan lain untuk membuktikan diri. Bukan cuma buat klub, tapi juga untuk identitasnya sendiri sebagai Marc Klok.
Suasana sudah mulai memanas. Tinggal menunggu waktu saja sampai peluit pertama berbunyi di GBLA.
Artikel Terkait
Doohan Peringatkan Potensi Gesekan Jika Marquez dan Acosta Jadi Rekan Setim di Ducati
Sugiono Terpilih Aklamasi Pimpin IPSI, Erick Thohir Dorong Pencak Silat Go Internasional
Prabowo Minta Maaf Gagal Bawa Pencak Silat ke Olimpiade, Serahkan Estafet ke Sugiono
Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala AFF 2026, Takluk 1-2 dari Thailand