Kalau set pertama masih ada perlawanan, set kedua justru jadi panggung keperkasaan LavAni. Mereka langsung melesat, unggul cepat 6-1. Garuda Jaya seperti kehilangan akal, bermain dalam tekanan konstan. Beberapa upaya mereka untuk mencuri poin memang ada, tapi sama sekali tidak cukup untuk menghentikan laju LavAni. Set kedua pun berakhir dengan cepat, 25-15 untuk LavAni. Garuda Jaya benar-benar terpuruk.
Namun begitu, ada sedikit kejutan di set ketiga. Garuda Jaya bangkit. Mereka tampil lebih berani dan akhirnya bisa memberikan perlawanan yang berarti. Rotasi pemain yang dilakukan LavAni agaknya membuat kestabilan mereka sedikit goyah. Celah itulah yang dimanfaatkan Garuda Jaya untuk terus mengejar ketertinggalan.
Kejar-kejaran poin yang seru terjadi. Skor bahkan sempat menyentuh angka imbang 22-22. Suasana tegang. Tapi di sinilah pengalaman tim besar berbicara. LavAni tidak panik. Mereka justru mencetak tiga poin beruntun secara gemilang, mengunci kemenangan 25-22 sekaligus meraih kemenangan mutlak malam itu.
Hasil ini jelas punya cerita yang berbeda bagi kedua tim. Bagi LavAni, ini penegasan bahwa mereka adalah salah satu tim paling solid dan berbahaya di Proliga tahun ini. Sementara bagi Garuda Jaya, sudah waktunya untuk duduk dan melakukan evaluasi menyeluruh. Konsistensi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera mereka selesaikan jika tak ingin terus tertinggal.
Artikel Terkait
Doohan Peringatkan Potensi Gesekan Jika Marquez dan Acosta Jadi Rekan Setim di Ducati
Sugiono Terpilih Aklamasi Pimpin IPSI, Erick Thohir Dorong Pencak Silat Go Internasional
Prabowo Minta Maaf Gagal Bawa Pencak Silat ke Olimpiade, Serahkan Estafet ke Sugiono
Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala AFF 2026, Takluk 1-2 dari Thailand