AS Kerahkan Dua Kapal Induk ke Timur Tengah, Ketegangan dengan Iran Meningkat

- Rabu, 25 Februari 2026 | 22:10 WIB
AS Kerahkan Dua Kapal Induk ke Timur Tengah, Ketegangan dengan Iran Meningkat

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Kali ini, pemicunya adalah pergerakan besar-besaran aset militer AS yang dikerahkan ke wilayah sekitar Iran. Banyak pengamat yang mulai khawatir, perang terbuka di antara keduanya benar-benar bisa terjadi dalam waktu dekat.

Dalam pidato terbarunya di hadapan Kongres, Presiden Donald Trump secara khusus menyoroti Iran. Dia berusaha menjelaskan alasan di balik pengiriman kekuatan militernya ke Timur Tengah.

“Mereka ingin membuat kesepakatan, tapi kita belum mendengar kata-kata rahasia itu: Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” ujar Trump.

Pernyataan itu disampaikannya dalam bagian pidato yang relatif singkat tentang Iran. Intinya jelas: mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir. Namun begitu, Trump terlihat enggan membeberkan tujuan strategis lengkapnya, atau mengapa ancaman perang terhadap Iran justru dikedepankan sekarang.

Di sisi lain, dia menyebut bahwa pilihan utamanya tetaplah diplomasi. Pernyataan yang agak kontras dengan aksi militer yang sedang berlangsung.

Dan aksi itu nyata. Belakangan ini, AS telah mengerahkan dua kekuatan laut terbesarnya. Kapal induk USS Abraham Lincoln sudah berada di kawasan Timur Tengah. Tak ketinggalan, USS Gerald R Ford kapal induk terbesar di dunia juga telah tiba di pangkalan AS di Teluk Souda, Yunani. Posisinya cukup strategis.

Jadi, meski kata-kata di podium bicara soal diplomasi, gelombang baja di laut justru menyuarakan hal yang berbeda. Situasinya memang rumit, dan dunia hanya bisa menunggu langkah selanjutnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar