Video itu beredar cepat di media sosial. Tampak sejumlah prajurit TNI dan anggota Brimob terlibat keributan di sebuah lapangan sepak bola. Lokasinya di Lapangan Lakarada, Kelurahan Lakambau, Kabupaten Buton Selatan. Peristiwa itu terjadi Minggu sore, sekitar pukul setengah enam waktu setempat.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono mengaku pihaknya sudah memantau kejadiannya. Namun begitu, ia menegaskan bahwa insiden tersebut bukanlah bentrokan terstruktur, melainkan murni kesalahpahaman spontan.
"Kami sudah memonitor kejadian tersebut. Namun perlu kami jelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman spontan antarsuporter dalam pertandingan futsal antara tim Yonif TP 871/Lamaindo dan Yon B Pelopor Brimob Polda Sultra di Lapangan Lakarada, Buton Selatan,"
kata Donny saat dikonfirmasi wartawan, Senin (5/1).
Menurut penjelasannya, semuanya berawal dari sebuah pertandingan futsal yang berakhir tanpa gol. Suasana tegang usai laga, ditambah saling ejek antar pendukung, akhirnya memicu reaksi yang meledak sesaat di pinggir lapangan. Situasinya memang sempat memanas.
"Jadi, setelah pertandingan berakhir imbang 0-0, sempat terjadi momen saling ejek antarsuporter yang kemudian memicu reaksi sesaat di sekitar lapangan. Namun situasi tersebut segera ditangani oleh para pimpinan satuan di lokasi,"
ujarnya lagi.
Artikel Terkait
Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Pimpinan Sindikat Pencucian Uang yang Masuk Daftar Interpol
Polisi Ungkap Motif Judi Online di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Ibu Kandung di Lahat
Ayah di Batam Diduga Setubuhi Anak Kandungnya Sejak Usia 7 Tahun
Roti Maros, Camilan Manis Khas Sulawesi Selatan dengan Isian Selai Srikaya