Keributan di Lapangan Lakarada: Aksi Saling Ejek Suporter Futsal TNI-Brimob Berujung Ricuh

- Senin, 05 Januari 2026 | 18:12 WIB
Keributan di Lapangan Lakarada: Aksi Saling Ejek Suporter Futsal TNI-Brimob Berujung Ricuh

Video itu beredar cepat di media sosial. Tampak sejumlah prajurit TNI dan anggota Brimob terlibat keributan di sebuah lapangan sepak bola. Lokasinya di Lapangan Lakarada, Kelurahan Lakambau, Kabupaten Buton Selatan. Peristiwa itu terjadi Minggu sore, sekitar pukul setengah enam waktu setempat.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono mengaku pihaknya sudah memantau kejadiannya. Namun begitu, ia menegaskan bahwa insiden tersebut bukanlah bentrokan terstruktur, melainkan murni kesalahpahaman spontan.

"Kami sudah memonitor kejadian tersebut. Namun perlu kami jelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman spontan antarsuporter dalam pertandingan futsal antara tim Yonif TP 871/Lamaindo dan Yon B Pelopor Brimob Polda Sultra di Lapangan Lakarada, Buton Selatan,"

kata Donny saat dikonfirmasi wartawan, Senin (5/1).

Menurut penjelasannya, semuanya berawal dari sebuah pertandingan futsal yang berakhir tanpa gol. Suasana tegang usai laga, ditambah saling ejek antar pendukung, akhirnya memicu reaksi yang meledak sesaat di pinggir lapangan. Situasinya memang sempat memanas.

"Jadi, setelah pertandingan berakhir imbang 0-0, sempat terjadi momen saling ejek antarsuporter yang kemudian memicu reaksi sesaat di sekitar lapangan. Namun situasi tersebut segera ditangani oleh para pimpinan satuan di lokasi,"

ujarnya lagi.

Untungnya, para komandan dari kedua belah pihak sigap. Mereka langsung turun tangan meredam keadaan yang tak sedap dipandang itu. Danyonif TP 871/Lamaindo dan Danramil setempat segera berkoordinasi dengan Danyon Brimob Batauga.

"Danyonif TP 871/Lamaindo bersama Danramil setempat langsung berkoordinasi dengan Danyon Brimob Batauga untuk menenangkan personel dan memastikan situasi tetap terkendali,"

kata Donny menjelaskan upaya yang dilakukan.

Dan upaya itu berhasil. Dalam waktu yang relatif singkat, keributan yang sempat terjadi bisa diredam. Lapangan Lakarada pun kembali kondusif. Para personel kemudian diperintahkan pulang ke asrama masing-masing. Tidak ada lagi kejadian susulan setelahnya.

"Dalam waktu singkat, kondisi di lapangan kembali kondusif. Seluruh personel dari kedua satuan kembali ke asrama masing-masing, dan komunikasi antarpimpinan satuan berjalan baik. Tidak ada kejadian lanjutan, dan seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan,"

jelas Donny menutup pernyataannya.

Jadi, meski sempat viral dan menimbulkan tanya, insiden di Buton Selatan itu berakhir dengan penyelesaian internal. Nuansa kekeluargaan lebih diutamakan daripada memperpanjang masalah.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar