Telkomsel Resmi Berlakukan Registrasi Kartu Perdana dengan Verifikasi Wajah

- Minggu, 22 Februari 2026 | 01:15 WIB
Telkomsel Resmi Berlakukan Registrasi Kartu Perdana dengan Verifikasi Wajah

Jakarta, akhirnya kebijakan itu resmi berjalan. Telkomsel mulai memberlakukan sistem registrasi baru untuk nomor seluler, yang kini wajib menggunakan verifikasi biometrik wajah. Langkah ini bukan inisiatif sendiri, melainkan bentuk dukungan terhadap program pemerintah yang dinamai SEMANTIK Senyum Nyaman dengan Biometrik dari Kementerian Komunikasi dan Digital.

Aturannya sendiri tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 7 Tahun 2026. Tujuannya jelas: memperkuat validasi identitas pengguna dan yang paling krusial melindungi masyarakat dari maraknya penipuan digital seperti scam atau phishing yang kian merajalela.

Menurut Filin Yulia, VP Customer Care Management Telkomsel, fokus mereka adalah mendukung penuh Kemkomdigi lewat SEMANTIK.

"Kami ingin menghadirkan proses registrasi yang lebih aman dan nyaman untuk semua. Dengan registrasi biometrik, kita semua bisa ambil peran memastikan setiap nomor terhubung dengan identitas yang benar. Harapannya, pelanggan bisa lebih tenang saat berkomunikasi atau bertransaksi digital," ujarnya.

Lalu, apa saja yang berubah buat pelanggan?

Pertama, untuk WNI, registrasi sekarang pakai NIK plus verifikasi wajah. Kedua, khusus pelanggan di bawah 17 tahun dan belum menikah, prosesnya sedikit berbeda. Mereka harus menggunakan NIK sendiri, ditambah NIK dan verifikasi wajah dari kepala keluarga sesuai Kartu Keluarga.

Nah, ada beberapa hal penting yang perlu dicatat. Kartu perdana sekarang diedarkan dalam keadaan non-aktif. Baru bisa dipakai setelah datanya tervalidasi (untuk WNI) atau terverifikasi (untuk WNA). Pemerintah juga memberlakukan batasan: maksimal cuma 3 nomor prabayar per identitas per operator, kecuali untuk kebutuhan khusus. Keuntungannya, pelanggan yang sudah registrasi biometrik punya kendali penuh. Mereka bisa mengecek semua nomor yang terdaftar atas NIK mereka dan meminta pemblokiran jika menemukan nomor yang tidak dikenal.

Gimana caranya daftar?

Caranya cukup fleksibel. Bisa datang langsung ke GraPARI terdekat, cukup bawa KTP. Petugas di sana siap membantu, termasuk untuk pelanggan yang tidak punya smartphone sekalipun.

Atau, mau praktis? Bisa dilakukan mandiri lewat laman tsel.id/registrasibiometrik. Prosesnya sederhana: verifikasi nomor yang akan didaftarkan, masukkan NIK, lalu ambil selfie. Selesai.

Soal keamanan data, gimana?

Telkomsel memastikan data biometrik wajah hanya dipakai untuk verifikasi identitas, sesuai ketentuan perlindungan data pribadi dan standar keamanan informasi yang ketat. Teknologi yang dipakai sudah dirancang untuk mencegah penipuan dan tahan terhadap ancaman siber, memenuhi semua persyaratan regulator.

Filin menambahkan, implementasi ini adalah kelanjutan dari uji coba bertahap yang sudah dilakukan bersama Komdigi sejak beberapa tahun silam.

"Dengan kesiapan kanal layanan kami, pelanggan sekarang bisa merasakan proses registrasi yang singkat, jelas, dan mudah diikuti," tambahnya.

Masa transisi masih berjalan

Jangan panik dulu. Masih ada masa transisi. Hingga Juni 2026 nanti, pelanggan masih bisa registrasi menggunakan NIK dan Nomor KK seperti biasa. Setelah periode itu berakhir, barulah sistem akan sepenuhnya menggunakan identitas valid plus biometrik.

Nomor-nomor yang sudah teregistrasi sebelum aturan ini berlaku tetap aman dan bisa dipakai seperti biasa. Buat yang mau migrasi ke sistem baru, Telkomsel juga menyediakan fasilitas registrasi ulang.

Untuk informasi lebih detail, silakan cek langsung di tsel.id/registrasibiometrik atau hubungi kanal layanan pelanggan resmi Telkomsel.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar