Marquez sadar betul dia main di olahraga berisiko tinggi. Menurutnya, selama ini dia cukup beruntung. “Kami berada di olahraga dengan banyak cedera, dan dengan semua risiko yang sudah saya ambil, sejauh ini saya merasa sangat beruntung hingga fase akhir ini,” katanya.
Secara mental, dia merasa masih sangat kuat. “Saya harus memahami kondisi tubuh saya setiap tahun, karena secara mental saya seperti roket,” tambahnya. Tapi, tubuh punya batasnya sendiri. Dan itu yang harus didengarkan.
Di sisi lain, Marquez juga menyentuh soal kehidupan pribadi. Belakangan ini dia kerap menyebut keinginannya untuk punya anak. Tapi anehnya, dia justru tak mau anaknya nanti ikut balap motor.
Nama besar ‘Marquez’, menurutnya, tidak selalu jadi keuntungan di lintasan. Memang ada fasilitas dan dukungan finansial yang mapan. Tapi justru itu yang bisa menjadi bumerang.
Jadi, sementara dunia balap menantikan aksinya di trek musim depan, sang pembalap sendiri sudah mulai memandang jauh ke depan. Memikirkan batas tubuhnya, dan warisan nama yang mungkin terlalu berat untuk ditanggung orang lain.
Artikel Terkait
Inter Milan Masuk Perburuan, Goretzka Jadi Rebutan Arsenal dan Tottenham
Alwi Farhan Buka Opsi Tak Berpuasa Saat All England 2026 Beririsan dengan Ramadhan
PSM Makassar Krisis Identitas Usai Kalah Ketiga Kali Beruntun
Lanny/Apriyani Gasak Wakil UEA, Melaju ke 16 Besar German Open 2026