BOLOGNA Nama Marc Marquez kembali menggema di paddock MotoGP, tapi kali ini bukan cuma soal kemenangan. Pembalap legendaris itu secara halus mulai membicarakan kata yang sering ditakuti atlet puncak: pensiun. Padahal, usianya baru 32 tahun dan performanya masih sangat kompetitif di atas Ducati. Tapi, Marquez bilang, tubuhnya lah yang nanti akan memutuskan kapan waktunya berhenti, bukan pikirannya.
Comeback-nya tahun ini memang luar biasa. Setelah lima tahun berjuang pulih dari cedera lengan serius di 2020 yang nyaris mengubur kariernya, dia berhasil merebut gelar juara dunia ketujuhnya. Prestasi itu sekaligus jadi kisah kembalinya sang raja. Meski sempat absen di empat seri terakhir karena cedera bahu, Marquez tetap dipandang sebagai salah satu favorit juara untuk musim 2026 nanti.
Namun begitu, di balik semua sorotan itu, masa depannya justru jadi bahan perbincangan. Kontraknya dengan Ducati habis di akhir 2026, berbarengan dengan transisi menuju regulasi baru MotoGP. Waktunya memang pas untuk membuat keputusan besar.
Isu pensiun ini mencuat saat dia berbicara blak-blakan dengan media Spanyol, La Sexta. Marquez mengakui, menentukan waktu pensiun adalah dilema terberat bagi seorang atlet.
Dia lalu menjelaskan, sinyal untuk berhenti itu lebih sering datang dari kondisi fisik, bukan mental. “Saya sudah tahu saya akan pensiun lebih cepat karena tubuh saya akan mendorong saya lebih keras dibandingkan pikiran saya,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Tim Tenis Putri Indonesia Lolos ke Playoff Billie Jean King Cup Setelah 20 Tahun
Eksel Runtukahu Cetak Dua Gol, Desakan Masuk Timnas Menguat Usai Persija Bungkam Persebaya 3-0
LavAni Livin Tundukkan Garuda Jaya 3-0, Melangkah Mulus ke Grand Final Proliga
Tiwi/Fadia Tersingkir di Semifinal BAC 2026 Usai Dikalahkan Ganda Putri China