Pasca-laga, suasana konferensi pers terasa agak dingin. Pelatih Persis, Milomir Seslija, sama sekali tak mau membahas insiden flare itu.
“Saya enggan berkomentar soal itu [flare suporter] karena bukan urusan saya,” ujar Milo singkat.
Pendapat serupa diungkapkan pelatih Persita, Carlos Pena. Namun begitu, ia menyelipkan kekhawatirannya.
“[Flare] berbahaya bagi pemain di lapangan. Ya bukan pekerjaan saya untuk mengontrol itu,” kata Pena.
Jelas, bagi kedua pelatih, masalah di tribun adalah urusan lain. Fokus mereka tetap pada permainan. Meski begitu, aksi malam itu meninggalkan catatan kelam tentang emosi yang meluap dan bahaya yang mengintai di pinggir lapangan.
Artikel Terkait
Persib Siap Hadapi Bali United dengan Skuad yang Mulai Pulih
Real Madrid Tersungkur di Bernabeu, Alvaro Carreras Jadi Sasaran Kritik
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Australia dalam Duel Penentu Juara Grup B Piala AFF 2026
Gong Ruina Bantah Isu Hubungan Asmara dengan Legenda Bulu Tangkis Indonesia Sigit Budiarto