Pasca-laga, suasana konferensi pers terasa agak dingin. Pelatih Persis, Milomir Seslija, sama sekali tak mau membahas insiden flare itu.
“Saya enggan berkomentar soal itu [flare suporter] karena bukan urusan saya,” ujar Milo singkat.
Pendapat serupa diungkapkan pelatih Persita, Carlos Pena. Namun begitu, ia menyelipkan kekhawatirannya.
“[Flare] berbahaya bagi pemain di lapangan. Ya bukan pekerjaan saya untuk mengontrol itu,” kata Pena.
Jelas, bagi kedua pelatih, masalah di tribun adalah urusan lain. Fokus mereka tetap pada permainan. Meski begitu, aksi malam itu meninggalkan catatan kelam tentang emosi yang meluap dan bahaya yang mengintai di pinggir lapangan.
Artikel Terkait
Febriana/Trias Bungkam Duo Tuan Rumah, Balas Luka SEA Games di Malaysia Open
Deco Pastikan Negosiasi Cancelo Hampir Rampung, Inter Milan Keok
Martina Ayu Pratiwi Borong 7 Medali SEA Games, Kantongi Bonus Fantastis Rp3,4 Miliar
Fajar/Fikri Tahan Amukan Taiwan, Melaju ke Perempat Final Malaysia Open