"Karena menurut saya itu [menghabiskan waktu di Indonesia] pastinya merupakan bagian penting dari mempelajari budaya, yaitu dengan benar-benar terjun langsung ke dalamnya," jelasnya.
Ia menekankan, "Anda benar-benar harus memahami orang-orang dan adat istiadatnya untuk menciptakan koneksi tersebut."
Pengalaman Herdman tak perlu diragukan lagi. Pria berusia 50 tahun ini punya rekam jejak yang solid. Ia sukses membawa Timnas Kanada, yang sebelumnya tenggelam, untuk melangkah ke Piala Dunia 2022. Sebuah prestasi yang dulu terasa mustahil.
Catatannya selama menangani Kanada pun gemilang. Dari 58 pertandingan, ia berhasil meraih 36 kemenangan. Hanya tujuh kali imbang dan mengalami 15 kekalahan. Angka-angka itu bicara sendiri tentang kemampuannya membangun tim.
Sekarang, tantangannya ada di sini. Di Indonesia. Semua mata tertuju padanya, menunggu langkah pertama untuk membangkitkan potensi yang selama ini terpendam.
Artikel Terkait
Sean Gelael Hadapi Tantangan Baru di GT World Challenge Europe 2026 Bersama Rekan Tim Ferrari
PB ORADO Gandeng Pemprov DKI Siapkan Kejurnas Domino 2026 di Bogor
AC Milan Andalkan Tawaran Kontrak Tiga Tahun untuk Kalahkan Juventus Perebut Leon Goretzka
Donnarumma Bantah Isu Minta Bonus Timnas Italia: Saya Tak Pernah Minta Satu Euro Pun