BANGKOK Rasanya pahit. Kekalahan telak Thailand dari Indonesia di final futsal SEA Games 2025 bukan cuma soal kehilangan medali emas. Momen itu sekaligus menjadi akhir perjalanan panjang Pelatih Miguel Rodrigo. Usai pertandingan, pelatih asal Spanyol itu secara resmi mengumumkan pensiun, mengakhiri karier kepelatihannya tepat di puncak atau lebih tepatnya, di lembah kekecewaan.
Skor 1-6 untuk kemenangan Indonesia di Bangkokthonburi University Gymnasium, Jumat lalu, benar-benar menohok. Bagi tuan rumah, ini kekalahan yang memalukan. Tapi bagi Skuad Garuda, angka itu mencatatkan sejarah: medali emas SEA Games pertama mereka, sekaligus pengakhir dominasi Thailand yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Miguel Rodrigo, 55 tahun, mengaku berat hati. Mengakhiri karier tanpa piala, hanya dengan medali perak, jelas bukan skenario yang ia impikan.
“Pertandingan SEA Games kemarin adalah yang terakhir buat saya sebagai pelatih profesional,” tulisnya di Instagram, dua hari setelah final.
“Hari ini spesial, sekaligus mengharukan. Saya harus mengucapkan selamat tinggal pada karier ini, di negara yang saya cintai dan akan selalu saya bawa dalam hati.”
Namun begitu, Rodrigo berusaha melihat sisi terang. Ia menyoroti prestasi timnya dalam dua tahun terakhir, yang menurutnya tetap membanggakan.
“Sayang, saya tak bisa tutup dengan kemenangan untuk membahagiakan semua. Tapi, kami pernah sampai final Piala Asia dan raih peringkat ke-9 dunia di Piala Dunia. Itu pencapaian besar yang membuat saya bahagia,” sambungnya.
Artikel Terkait
Fofana Menangis, Merson Menyayat: Chelsea Tersungkur di Emirates
Dewa United Menyambar Ivar Jenner, Harapan Persija Pupus
Jakarta Siap Sambut Turnamen Biliar Dunia Carabao International Open 2026
Diam di Januari, MU Siapkan Badai Transfer Musim Panas