Keputusan pensiun ini, tegas Rodrigo, bukan cuma karena gagal di SEA Games. Ada alasan yang lebih personal di baliknya.
“Alasan saya keluar dari futsal profesional itu jelas: saya harus pulang ke Spanyol. Waktunya memulai babak baru dan merawat keluarga. Ini alasan pribadi dan keluarga, prioritas utama hidup saya sekarang,” ujarnya.
Ia pun menegaskan, ini adalah pensiun permanen. Tak akan ada tawaran melatih klub atau timnas lain yang bisa mengubah pikirannya.
“Saya tidak akan lagi melatih di level profesional, titik. Perjalanan saya di dunia futsal sudah berakhir.”
Lalu apa rencananya ke depan?
“Mulai sekarang, saya akan fokus pada kecintaan saya yang lain: mengajar. Saya akan gunakan semua ilmu dan pengalaman untuk anak-anak dan pelatih muda. Bekerja dengan klub amatir Albolote FS di kampung halaman, dan dengan senang hati membantu siapa pun yang butuh dukungan,” tutup Rodrigo.
Babak barunya akan dimulai jauh dari sorotan. Sementara, di Bangkok, kekalahan itu meninggalkan luka dan sebuah era baru futsal Asia Tenggara yang kini warnainya berbeda.
Artikel Terkait
Persebaya Incar Ramadhan Sananta dan Victor Dethan untuk Proyek Ambisius Bernardo Tavares
FIFA Tolak Sanksi untuk Israel, Abaikan Putusan dan Kritik ICJ
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Perdana Indonesia di Moto3 Brasil
Veda Ega Ungguli Rival Rookie di Dua Seri Pembuka Moto3 2026