Akhirnya, ada angin segar untuk PSM Makassar. Setelah sempat terbelit masalah, klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu kini bebas. Ya, mereka sudah resmi terbebas dari sanksi larangan transfer FIFA. Artinya, hak untuk mendaftarkan pemain baru kembali sepenuhnya di tangan manajemen.
Kalau kamu cek laman resmi FIFA, tepatnya Senin malam kemarin, nama PSM sudah tak ada lagi dalam daftar klub yang kena embargo. Kabar ini tentu jadi penutup yang manis untuk periode penuh ketidakpastian yang sempat membayangi perjalanan Juku Eja di kompetisi.
Dan begitu sanksi dicabut, gerak manajemen langsung cepat. Dua pemain asing yang sebelumnya tertahan Dusan Lagator dan Sheriddin Boboev kini bisa didaftarkan. Mereka diharapkan bisa langsung memperkuat tim di putaran kedua Super League 2025/2026 ini.
Drama Sanksi di Tengah Euforia
Ceritanya memang agak ironis. Sanksi FIFA itu muncul justru di saat yang kurang tepat: bertepatan dengan euforia perkenalan striker anyar mereka, Luka Cumic. Rasanya seperti hujan deras di tengah pesta.
Menurut catatan FIFA, PSM sempat dihukum larangan transfer untuk tiga periode, dengan tanggal pencatatan 29 Januari lalu. Isunya sih berkaitan dengan tunggakan gaji pemain masalah administratif klasik yang kembali menghantui.
Nah, sumber masalahnya diduga kuat berasal dari sengketa kontrak dengan penyerang asal Liberia, Abu Kamara. Pemain itu belakangan sudah tak terlihat lagi di skuad. Situasi ini sempat bikin langkah PSM di bursa transfer mandek total.
Tapi sekarang, dengan jerat sanksi sudah terlepas, manajemen bisa lega sedikit. Fokus pun bisa dialihkan sepenuhnya ke lapangan hijau.
Dua Amunisi Segar untuk Juku Eja
Posisi PSM di papan tengah klasemen jelas butuh dorongan. Untuk itulah, dua pemain asing baru didatangkan dengan profil yang cukup berbeda.
Pertama, ada Dusan Lagator. Pemain 31 tahun asal Montenegro ini didatangkan khusus untuk memperkokoh pertahanan. Keputusan itu masuk akal, mengingat PSM kebobolan 21 gol di putaran pertama. Pelatih Tomas Trucha jelas ingin lini belakangnya lebih solid.
Lagator bukan pemain sembarangan. Dia punya pengalaman membela Timnas Montenegro dan pernah main di beberapa liga Eropa, seperti Rusia, Polandia, dan Hungaria. Posturnya yang 190 cm membuatnya dominan dalam duel udara. Fleksibel juga, bisa main sebagai bek tengah atau gelandang bertahan. Sebelum ke Makassar, dia membela Kerala Blasters.
Nilai pasarnya? Cukup tinggi, sekitar Rp7,82 miliar. Itu menjadikannya salah satu pemain asing termahal di skuad PSM saat ini.
Lalu, untuk lini depan, ada Sheriddin Boboev. Striker Timnas Tajikistan berusia 26 tahun ini diharapkan bisa jadi tandem yang serasi untuk Luka Cumic. Boboev dikenal sebagai penyerang modern dengan mobilitas tinggi. Dia tak cuma jago jadi ujung tombak, tapi juga bisa mengisi posisi sayap. Sebelum ke Indonesia, karirnya banyak dihabiskan di FC Istiklol dan Ravshan Kulob. Kabar kepindahannya bahkan sempat diunggah oleh Federasi Sepak Bola Tajikistan.
Luka Cumic, Harapan di Depan
Sebelum dua nama tiba, PSM sudah lebih dulu mendatangkan Luka Cumic. Striker Serbia berusia 24 tahun ini punya postur 190 cm ancaman serius buat pertahanan lawan, terutama dari umpan silang.
Cumic punya pengalaman di Eropa bersama FK Radnik Bijeljina, dengan koleksi 42 gol sepanjang kariernya. Nilai pasarnya sekitar Rp6,08 miliar. Ekspektasinya jelas: dia harus jadi solusi kebuntuan gol PSM.
Striker bernomor punggung 99 itu sudah debut awal Februari lalu melawan Semen Padang. Memang belum cetak gol, tapi masih ada waktu untuk beradaptasi.
Babak Baru Dimulai
Kedatangan Lagator dan Boboev ini menandai perubahan komposisi pemain asing PSM. Beberapa nama lama seperti Lucas Serafim sudah dilepas.
Manajemen tampaknya optimis. Kombinasi pertahanan yang lebih kokoh dan serangan yang lebih agresif diharapkan bisa mendongkrak posisi tim dari peringkat 13 ke zona yang lebih terhormat.
Pendaftaran mereka di detik-detik terakhir bursa transfer yang tutup tanggal 6 Februari bisa jadi titik balik. PSM sekarang punya kesempatan untuk melupakan semua tekanan administratif dan kembali fokus. Taring sebagai salah satu kekuatan tradisional sepak bola Indonesia harus mereka tunjukkan lagi. Semoga.
Artikel Terkait
Persija Targetkan 60 Ribu Penonton di Laga Lawan Persib, Siap Buka Tier 3 JIS
Borneo FC Kalahkan Persita 2-0, Samakan Poin dengan Persib di Puncak Klasemen Super League
Barcelona Masuk Perburuan Eli Junior Kroupi, Bournemouth Pasang Harga Rp1,4 Triliun
Legenda MU Sesali Kepergian Hojlund ke Napoli: Potensi Besar yang Hilang