Prabowo Gelar Dialog Rutin dengan Tokoh Islam di Istana

- Rabu, 04 Februari 2026 | 12:00 WIB
Prabowo Gelar Dialog Rutin dengan Tokoh Islam di Istana

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh Islam di Istana Kepresidenan kembali digelar. Agenda ini, menurut penjelasan pejabat istana, bukanlah hal yang baru. Sudah beberapa kali Presiden mengadakan pertemuan serupa.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa forum diskusi seperti ini sifatnya rutin.

“Presiden melakukan pertemuan, diskusi dengan tokoh-tokoh ormas, tokoh-tokoh muslim dan tokoh-tokoh pondok pesantren. Ini adalah pertemuan yang sebenarnya rutin, beberapa waktu yang lalu juga pernah dilakukan oleh Bapak Presiden,” ujar Prasetyo, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, pertemuan kali ini merupakan kelanjutan dari dialog-dialog sebelumnya. Baik yang terbuka maupun tertutup, semua itu bagian dari upaya menjaga komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat. Prabowo, kata Prasetyo, memang kerap menggunakan forum semacam ini untuk menyerap aspirasi dan masukan.

Di sisi lain, tak bisa dipungkiri ada sejumlah kebijakan pemerintah yang memantik perbedaan pandangan. Soal ini, Prasetyo punya penjelasan. Ia menilai hal itu bukan bentuk penolakan mentah-mentah.

“Bukan resistensi, mungkin masih ada perbedaan pandangan yang mungkin itu karena belum tersampaikan secara utuh apa yang melandasi keputusan dari Bapak Presiden dan keputusan pemerintah,” jelasnya lebih lanjut.

Intinya, ada informasi yang barangkali belum sepenuhnya tersebar. Prasetyo berharap pertemuan rutin ini bisa menjadi jembatan. Dengan dialog langsung, diharapkan setiap kebijakan bisa dipahami dengan lebih baik, lebih komprehensif, oleh semua pihak. Ini tentang membangun pemahaman bersama, bukan sekadar mendengarkan.

Jadi, agenda istana yang satu ini jelas punya peran strategis. Lebih dari sekadar rutinitas seremonial, ini adalah ruang komunikasi yang sengaja dibuka Presiden untuk mendengar sekaligus menjelaskan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar