Jakarta Siap Sambut Turnamen Biliar Dunia Carabao International Open 2026

- Rabu, 04 Februari 2026 | 11:15 WIB
Jakarta Siap Sambut Turnamen Biliar Dunia Carabao International Open 2026

Jakarta bakal ramai lagi awal tahun depan. Pasalnya, Nusantara International Convention Exhibition (NICE) di PIK 2 akan jadi tuan rumah Carabao International Open 2026, sebuah turnamen biliar kelas dunia. Acara yang digelar mulai 4 sampai 8 Februari itu bukan cuma sekadar pertandingan biasa. Ini bagian dari World Nineball Tour, lho. Jadi, skalanya benar-benar internasional.

Dukungan pun datang dari pemerintah. Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, secara terbuka mendorong ajang ini. Menurutnya, event semacam ini bisa jadi pintu strategis buat mengembangkan sport tourism di Indonesia. Dampaknya diharapkan bakal luas, nggak cuma buat prestasi olahraga, tapi juga promosi pariwisata nasional.

“Mudah-mudahan ini menjadi salah satu pintu masuk untuk event besar lainnya di Indonesia ke depannya bakal bertambah lagi,”

kata Taufik saat ditemui di Angle Heritage, PIK 2, Selasa lalu.

Turnamennya sendiri bakal diikuti sekitar 21 negara. Beberapa nama besar dunia sudah dipastikan turun, seperti Jeff De Luna dari Filipina, Mickey Krause asal Denmark, dan Aloysius Yapp dari Singapura. Kehadiran mereka tentu jadi tantangan sekaligus pelajaran berharga buat atlet lokal yang ingin merasakan atmosfer kompetisi level tertinggi.

Yang menarik, format pertandingannya nggak cuma buat atlet profesional. Ada tiga kategori utama yang dipertandingkan: Carabao International Open untuk senior, Carabao Junior International Open untuk atlet muda, dan bahkan ada Carabao International Celebrity Billiards yang melibatkan figur publik. Jadi, ruangnya luas banget.

Nah, soal kategori junior ini, Taufik punya harapan besar. Dia melihatnya sebagai sarana edukasi dan inspirasi.

“Mudah-mudahan dari sini menjadi salah satu fasilitas untuk atlet-atlet kita yang junior bisa melihat bahwa biliar ini bisa mendunia. Dan bisa menjadi yang terbaik di event ini,”

tuturnya.

Di sisi lain, dia juga optimis event sebesar ini bisa menarik minat anak muda. Selama ini, pemain biliar untuk sekadar 'fun game' memang banyak. Tapi, dengan adanya panggung bergengsi, diharapkan bisa muncul bibit-bibit atlet profesional baru dari mereka yang sebelumnya coba-coba main.

Lebih jauh, mantan juara bulu tangkis itu menyoroti dampak ekonomi dan pariwisata. Dia memberi contoh Filipina, di mana biliar bukan cuma olahraga, tapi juga menarik wisatawan.

“Jadi terkenal di luar jadi devisa buat negara kita,”

tambahnya.

Intinya, dengan dukungan penuh dan partisipasi atlet dunia, Carabao International Open 2026 diharapkan bukan cuma jadi ajang seru. Tapi, bisa jadi tonggak kebangkitan biliar Indonesia dan momentum promosi pariwisata olahraga kita di kancah global. Semoga saja.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar