Ribuan halaman dokumen Departemen Kehakiman AS akhirnya terbuka. Isinya? Rincian aktivitas bisnis Jeffrey Epstein yang selama ini tersembunyi. Salah satu temuan mengejutkan: ternyata dia pernah menyuntikkan dana ke Coinbase di masa-masa awal bursa kripto itu berdiri. Investasi ini nyaris tak pernah terendus publik sebelumnya.
Menurut Bloomberg, terpidana kasus kejahatan seksual itu menggelontorkan sekitar 3 juta dolar AS ke platform tersebut pada 2014. Caranya melalui sebuah entitas bernama IGO Company LLC yang berbasis di Kepulauan Virgin AS. Fakta ini terungkap dari surel yang baru dirilis DOJ.
Perlu diingat, enam tahun sebelum investasi itu, Epstein sudah mengaku bersalah atas dakwaan prostitusi. Vonisnya 18 bulan, tapi dia hanya menjalani 13 bulan.
Transaksi ini ternyata melibatkan sejumlah nama terkenal di dunia kripto.
“Transaksi investasi itu dimediasi oleh Brock Pierce, miliarder kripto sekaligus mantan aktor cilik, yang saat itu menjabat sebagai managing partner di perusahaan modal ventura Blockchain Capital. Salah satu pendiri Blockchain Capital, Brad Stephens, juga terlibat dalam transaksi tersebut,” tulis Bloomberg.
Menariknya, salah satu pendiri Coinbase, Fred Ehrsam, tampaknya tahu soal keterlibatan Epstein. Dari korespondensi email terlihat, Ehrsam sempat coba mengatur pertemuan dengan Epstein lewat perantara Blockchain Capital. Tapi, entah pertemuan itu benar-benar terjadi atau tidak, tidak ada yang tahu pasti.
Sampai berita ini ditulis, perwakilan Coinbase memilih diam. Blockchain Capital juga belum menanggapi permintaan konfirmasi. Begitu pula Pierce dan Ehrsam.
Semua ini terkuak berkat rilis besar-besaran berkas Epstein pekan lalu. Dokumennya ribuan halaman, penuh dengan catatan keuangan dan aktivitas bisnisnya meski banyak bagian yang masih disensor.
Pelepasan dokumen ini bukan tanpa sebab. Kongres mengesahkan undang-undang khusus tahun lalu, didorong tekanan dari para legislator dari kedua partai, korban, dan aktivis.
Kala itu, kepemilikan Epstein di Coinbase kurang dari 1 persen. Tapi nilainya sekarang bisa mencapai sekitar 400 juta dolar AS. Menariknya, pada 2018, Blockchain Capital sempat berusaha membeli sebagian saham Epstein itu.
Bahkan, Epstein disebut-sebut lagi mempertimbangkan untuk nyemplung lagi ke Coinbase, kali ini lewat pendanaan seri E. Coinbase sendiri akhirnya melantai di bursa pada 2021. Kapitalisasi pasarnya kini nyaris sentuh 50 miliar dolar AS.
Soal kabar ini, Blockchain Capital memberi pernyataan ke Decrypt. Mereka mengakui ada korespondensi terkait, tapi bersikeras bahwa investasi melalui dana mereka tak pernah terjadi. Epstein, kata mereka, berinvestasi langsung lewat perusahaannya sendiri.
Coinbase bukan satu-satunya. Epstein ternyata juga mendanai Blockstream, pengembang Bitcoin, pada tahun yang sama 2014.
Namun, kepemilikan sahamnya di Blockstream cepat sekali dilepas.
“Kepemilikan Epstein di Blockstream dijual beberapa bulan kemudian karena potensi konflik kepentingan dan sejumlah kekhawatiran lain,” jelas Adam Back, pendiri sekaligus CEO Blockstream, lewat unggahan di X pada 1 Februari.
Dia menegaskan, perusahaannya sama sekali tidak punya hubungan keuangan, langsung maupun tidak, dengan aset-aset peninggalan Epstein.
Jadi, meski investasi kriptonya menarik perhatian, itu cuma secuil dari portofolio Epstein yang sangat besar. Portofolio itulah yang memberinya akses akses ke lingkaran paling elit di dunia keuangan, media, dan teknologi.
Artikel Terkait
Indosat Tunjuk Eks Direktur Telkom Honesti Basyir di Jajaran Direksi Baru
Merdeka Copper Gold Finalisasi Studi Kelayakan Proyek Tembaga Tujuh Bukit, Target Produksi 110 Ribu Ton Per Tahun
TBS Energi Utama Terbitkan Obligasi Rp175 Miliar dengan Bunga 9 Persen
Wall Street Menguat Didorong Harapan Damai AS-Iran dan Optimisme Sektor AI