Dokumen Rahasia Epstein Bocor: Ternyata Dia Juga Investasi di Coinbase

- Rabu, 04 Februari 2026 | 11:54 WIB
Dokumen Rahasia Epstein Bocor: Ternyata Dia Juga Investasi di Coinbase

Ribuan halaman dokumen Departemen Kehakiman AS akhirnya terbuka. Isinya? Rincian aktivitas bisnis Jeffrey Epstein yang selama ini tersembunyi. Salah satu temuan mengejutkan: ternyata dia pernah menyuntikkan dana ke Coinbase di masa-masa awal bursa kripto itu berdiri. Investasi ini nyaris tak pernah terendus publik sebelumnya.

Menurut Bloomberg, terpidana kasus kejahatan seksual itu menggelontorkan sekitar 3 juta dolar AS ke platform tersebut pada 2014. Caranya melalui sebuah entitas bernama IGO Company LLC yang berbasis di Kepulauan Virgin AS. Fakta ini terungkap dari surel yang baru dirilis DOJ.

Perlu diingat, enam tahun sebelum investasi itu, Epstein sudah mengaku bersalah atas dakwaan prostitusi. Vonisnya 18 bulan, tapi dia hanya menjalani 13 bulan.

Transaksi ini ternyata melibatkan sejumlah nama terkenal di dunia kripto.

“Transaksi investasi itu dimediasi oleh Brock Pierce, miliarder kripto sekaligus mantan aktor cilik, yang saat itu menjabat sebagai managing partner di perusahaan modal ventura Blockchain Capital. Salah satu pendiri Blockchain Capital, Brad Stephens, juga terlibat dalam transaksi tersebut,” tulis Bloomberg.

Menariknya, salah satu pendiri Coinbase, Fred Ehrsam, tampaknya tahu soal keterlibatan Epstein. Dari korespondensi email terlihat, Ehrsam sempat coba mengatur pertemuan dengan Epstein lewat perantara Blockchain Capital. Tapi, entah pertemuan itu benar-benar terjadi atau tidak, tidak ada yang tahu pasti.

Sampai berita ini ditulis, perwakilan Coinbase memilih diam. Blockchain Capital juga belum menanggapi permintaan konfirmasi. Begitu pula Pierce dan Ehrsam.

Semua ini terkuak berkat rilis besar-besaran berkas Epstein pekan lalu. Dokumennya ribuan halaman, penuh dengan catatan keuangan dan aktivitas bisnisnya meski banyak bagian yang masih disensor.

Pelepasan dokumen ini bukan tanpa sebab. Kongres mengesahkan undang-undang khusus tahun lalu, didorong tekanan dari para legislator dari kedua partai, korban, dan aktivis.


Halaman:

Komentar