Lalu, bagaimana dengan ganda putra lainnya? Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri tampaknya belum menemukan bentuk terbaik mereka. Di Grup B yang penuh raksasa, pasangan ini tersungkur di semua laga. Mereka takluk dari Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia), kemudian dari Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India), dan terakhir dari Liang Weikeng/Wang Chang (China). Tanpa poin sama sekali, MURIANETWORK.COM/Fikri terlempar ke posisi juru kunci grup.
Di nomor terakhir, ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu juga gagal melangkah lebih jauh. Mereka mencatatkan satu kemenangan, tapi itu tak cukup. Dua kekalahan yang mereka alami membuat mereka terdampar di posisi ketiga Grup B, mengakhiri perjalanan mereka di turnamen puncak tahun ini.
Kini, semua mata tertuju pada Sabar Gutama dan Reza Pahlevi. Mereka menjadi penjaga bendera terakhir di semifinal. Beban di pundak mereka tentu tidak ringan, tapi peluang untuk membuat kejutan selalu terbuka lebar.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Torehkan Sejarah, Podium Perdana Indonesia di MotoGP
Marco Bezzecchi Raih Kemenangan Dominan di MotoGP Brasil 2026
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Podium Perdana Indonesia di Moto3 Brasil
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Naik Podium MotoGP