Lebaran tahun ini ternyata tak sepenuhnya tenang. Di sejumlah wilayah Jawa dan Maluku, justru terjadi bencana terkait cuaca. BNPB melaporkan, bencana hidrometeorologi seperti banjir dan cuaca ekstrem menerjang saat hari raya.
Menurut keterangan resmi yang dirilis Senin (23/3/2026), kejadian ini berlangsung sekitar tanggal 21 hingga 22 Maret. Jawa Barat jadi salah satu yang awal kena imbas.
"Adapun yang pertama di Provinsi Jawa Barat, fenomena cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang, melanda lima desa di empat kecamatan, Kabupaten Cianjur, pada Jumat (20/3),"
Demikian penjelasan Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Akibatnya, 18 rumah rusak dan keluarga yang terdampak pun sebanyak itu. Tim penanganan fokus menangani pohon tumbang dan memperbaiki atap-atap rumah warga yang porak-poranda.
Tak hanya angin kencang, banjir juga melanda. Di Depok, tepatnya di Kelurahan Mekarsari dan Tugu, Cimanggis, air mulai naik pada Sabtu (21/3). Dampaknya cukup luas: sekitar 685 keluarga merasakan efeknya.
"Kaji cepat sementara tercatat sekitar 691 unit rumah terdampak. Kondisi terkini menunjukkan banjir telah berangsur surut,"
tambah Muhari.
Jawa Timur tak luput. Sehari sebelumnya, Jumat (20/3), Kabupaten Mojokerto kebanjiran. Sekitar 275 orang terpaksa mengungsi. Kerusakan yang tercatat cukup kompleks: 146 rumah terdampak, satu tanggul jebol, lahan persawahan lebih dari 20 hektare terendam, dan tiga akses jalan sulit dilalui.
Desa Kertosari di Kecamatan Kutorejo dan Desa Jumenang di Mojoanyar adalah wilayah terparah. Syukurlah, genangan kini mulai surut. Cuaca di sana dilaporkan sudah berangsur membaik, meski langit masih dipenuhi awan.
Lalu, jauh di timur, Maluku juga merasakan hal serupa. Banjir datang di Kabupaten Seram Bagian Barat pada Sabtu (21/3). Sekitar 177 rumah keluarga di Desa Buano Utara dan Piru harus berhadapan dengan air yang meninggi.
"Kondisi saat ini banjir mulai surut,"
kata Muhari menutup penjelasannya.
Meski air sudah perlahan menyurut, jejak kerusakan dan kesusahan warga masih jelas terlihat. Libur lebaran mereka benar-benar berbeda tahun ini.
Artikel Terkait
16 Kantong Jenazah Korban Kecelakaan Maut Bus vs Truk BBM di Muratara Tiba di RS Bhayangkara, Identifikasi Terkendala Luka Bakar
Kapolres Lampung Timur Raih Penghargaan Kepemimpinan dari Asosiasi Polisi Wanita Internasional
Terdakwa Pemerasan Sertifikasi K3 Akui Terima Rp100 Juta dan Surat Kaleng Sejak 2021
Ditjenpas: 627 Satker Lapas dan Rutan Ikrar Bersama Bebas Ponsel, Narkoba, dan Pungli