"Sebelum turnamen, mereka menetapkan target setidaknya semifinal dan meraih medali di turnamen ini," tegas McPherson.
Posisi mereka kini memang lebih nyaman. Sementara Indonesia harus bergulat di laga penentu melawan Myanmar, Filipina bisa menikmati jeda. Mereka punya waktu untuk memulihkan tenaga.
Di sisi lain, momentum jelas ada di tangan mereka. Menumbangkan juara bertahan bukanlah prestasi kecil. Itu membuktikan bahwa Filipina U-22 bisa jadi kuda hitam paling berbahaya di turnamen ini.
McPherson sendiri memilih fokus pada pemulihan. Setelah dua pertandingan berat dalam empat hari, waktunya mengisi ulang energi.
"Fokus kami sekarang adalah menikmati istirahat... (waktunya) mengisi ulang, secara mental dan fisik,” tuturnya.
Artikel Terkait
Persija Juarai Klasemen Penonton Super League 2025/2026
Indonesia Kirim 17 Wakil ke Kejuaraan Asia 2026, Ganda Putra Jadi Sorotan
Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Persiapan Play-off Piala Dunia
AFC Jatuhkan Sanksi, Malaysia Kalah WO dan Gagal ke Piala Asia 2027