Lihat saja papan klasemen sementara. Ahmad Saugi dari Rodolfo Racing Team memang memimpin, tapi keunggulannya sangat minim. Dia cuma unggul 2 poin dari Putra Purnama Alam (Widi Persada Racing Team) dan 3 poin dari Revin Yuridistira (Abang Gas Racing Team). Situasi yang bikin deg-degan.
“Poinnya tipis banget, jadi yang menang di ronde kelima ini pasti juara,”
kata Saugi. Pembalap itu bertekad untuk tampil maksimal, atau dalam bahasanya, 'gaspol', di perlombaan final nanti.
Di sisi lain, Scooter Prix tahun ini memang tak cuma soal persaingan ketat. Event ini menghadirkan tiga kategori besar: Kelas Utama, Promosi, dan Reguler. Total ada 15 kelas balapan yang dirancang untuk berbagai level, dari pemula sampai expert.
Tapi ada yang baru. Tahun ini panitia menghadirkan gebrakan berupa Kelas Motor Listrik Rookie. Khusus untuk skuter listrik non-konversi, kelas ini digelar mulai ronde ketiga. Pesertanya ditantang untuk mengoptimalkan performa motor dari E3 Mobility, sebuah ajang yang memacu adrenalin sekaligus inovasi di trek.
Artikel Terkait
Indonesia Gagal Bawa Pulang Gelar dari Swiss Open 2026
PSM Makassar Terancam Degradasi, Dua Laga Krusial Jadi Penentu Nasib
Alwi Farhan Gagal Juara Swiss Open, Indonesia Pulang Tanpa Gelar
Pontianak Tuan Rumah AVC Champions League 2026