Peluang lain datang menjelang turun minum. Serangan balik kilat yang dimulai Balotelli berbuah umpan silang datar ke jantung pertahanan. Aji Kusuma yang mendapat bola langsung melepaskan tendangan, tapi Nadeo masih sigap. Dengan refleks yang cepat, kiper andalan Borneo itu berhasil menepis bola. Babak pertama pun ditutup dengan kedudukan 0-0.
Memasuki babak kedua, Borneo FC tampaknya tak kehilangan semangat. Mereka langsung menyambut dengan tembakan Ruiz yang sayangnya masih meleset. Penggantian pemain pun dilakukan, dengan memasukkan Maicon de Souza untuk menggantikan Hirose.
Dan dampaknya langsung terasa. Maicon melepaskan tembakan yang cukup mengancam, tapi lagi-lagi, Diky masih menjadi penghalang. Ia bermain dengan keyakinan tinggi malam itu.
Tapi nasib berkata lain. Di menit ke-67, malapetaka datang bagi Madura United. Diky, sang pahlawan di bawah mistar, harus ditandu keluar karena cedera. Aditya Harlan masuk sebagai penggantinya. Situasi yang cukup memukul tim tamu.
Drama semakin menjadi. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih di menit ke-70 setelah Nadeo menjatuhkan Aji di dalam kotak penalti. Penalti! Eksekusi baru dilakukan empat menit kemudian, dengan Jordy Wehrmann sebagai eksekutor. Tapi, Nadeo berhasil menebak dengan benar dan menepis bola! Peluang emas Madura United punah sudah.
Borneo FC langsung balik menekan. Ruiz melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti, namun Aditya yang baru masuk ternyata juga tak mau kalah. Ia melompat tinggi dan berhasil menepis bola. Pertunjukan yang seru bagi para penonton.
Hingga akhirnya, di menit-menit penutup, tepatnya menit 88, gol tunggal pertandingan tercipta. Maicon yang tampil impresif melepaskan umpan silang datar ke kotak penalti. Douglas Coutinho yang berada di posisi tepat menyambut bola itu dan menjebol gawang Madura United. 1-0! Skor itu bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Artikel Terkait
Jonatan Christie Akui Keunggulan Kunlavut Usai Tumbang di Semifinal Malaysia Open
Drama 10 Gol di Etihad, Dua Bunuh Diri Perparah Pesta City
Baturina Selamatkan Como dari Kekalahan di Detik Akhir
LavAni Hajar Garuda Jaya, Dominasi Penuh di GOR Ahmad Yani