Lalu ada pertanyaan lain yang menggelitik: apakah Hevel menghubungi agennya setelah tahu ada akta kelahiran palsu yang dipakai? Jawabannya singkat: tidak. Ia mengaku belum mengambil langkah apa pun untuk mengecek perkembangan pengajuan kewarganegaraannya atau dokumen yang diserahkan. “Saya percaya saja pada agen, fokus saya di sepak bola,” kira-kira begitu pengakuannya.
Akibat skandal pemalsuan dokumen ini, nasib ketujuhnya kini terkatung-katung. Hevel dan enam rekan lainnya Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, dan Jon Irazabal dihukum larangan bermain oleh FIFA. Masa tenggangnya? Dua belas bulan.
Tak cuma itu, mereka juga diharuskan membayar denda sebesar 2.000 franc Swiss kepada FIFA. Sementara Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) tidak luput. Mereka kena denda yang jauh lebih besar: 350.000 franc Swiss. Sungguh harga mahal untuk sebuah kecerobohan.
Artikel Terkait
Jonatan Christie Tersingkir di Perempat Final Badminton Asia Championships 2026
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Tekanan dan Harapan Jelang Semifinal Lawan Vietnam
Barcelona Tunda Pergerakan untuk Leao, Fokus Selesaikan Transfer Rashford
Lima Wakil Indonesia Bertarung di Perempat Final Badminton Asia Championship 2026