JAKARTA – Langkah karier Nova Arianto kembali menanjak. PSSI secara resmi menunjuknya sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia U-20, Kamis (20/11/2025) sore tadi. Yang menarik, bukan sekadar target juara di level usia muda yang dia sasar, melainkan sesuatu yang lebih substansial: mempersiapkan bakat-bakat muda ini untuk naik kelas ke tim senior.
Dalam konferensi pers yang digelar di GBK Arena, pria 46 tahun itu tak menyembunyikan kebanggaannya. "Ini hal luar biasa dalam karier saya," ujar Nova, dengan nada tegas namun tetap hangat. "Terima kasih kepada PSSI yang telah percayakan tanggung jawab ini. Saya pasti akan mencoba yang terbaik untuk Timnas U-20."
Promosi ini datang setelah catatan gemilangnya bersama Timnas Indonesia U-17. Di bawah asuhannya, tim berhasil melaju ke Piala Dunia U-17 2025. PSSI melihat kesuksesan itu sebagai modal berharga untuk menangani level U-20, yang notabene lebih dekat dengan tim senior.
Nova sendiri punya filosofi yang jelas. Baginya, turnamen seperti Piala Asia atau Piala Dunia U-17 bukanlah tujuan akhir. Itu hanya batu loncatan. "Sejak awal ditunjuk melatih U-17, tujuan saya adalah bagaimana pemain bisa lolos ke Timnas senior," tegasnya. Lolos ke turnamen besar memang penting, tapi yang lebih utama adalah proses jangka panjangnya.
Dengan peran barunya ini, Nova merasa punya ruang lebih besar untuk mengawal pemain di fase krusial. Setiap pemanggilan pemain dan program latihan harus punya relevansi dengan kebutuhan tim nasional utama. Tak boleh asal jalan.
Namun begitu, tantangan di level Asia U-20 jelas tidak mudah. Persaingan semakin ketat, sementara ekspektasi publik terus membumbung tinggi. Menyadari hal itu, Nova menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan terstruktur.
"Perjalanan tidak akan mudah," akunya. "Kami akan membuat roadmap karena September 2026 nanti Timnas U-20 akan main di Kualifikasi Piala Asia."
Roadmap tersebut akan mencakup segala hal, mulai dari pemantauan bakat, program latihan, hingga uji coba internasional. Semuanya harus terukur dan terarah menuju satu tujuan: tampil maksimal di kualifikasi.
Di sisi lain, dengan berpindahnya Nova ke tim U-20, kursi pelatih Timnas U-17 kini kosong. PSSI dituntut segera mencari pengganti yang tepat. Tujuannya jelas: menjaga agar regenerasi dari U-17, U-20, hingga tim senior tetap berjalan mulus tanpa putus di tengah jalan.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Pulang ke Indonesia, Rindu Masakan Kampung Halaman Usai Balap di Hungaria
Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0 dalam Laga FIFA Matchday di SUGBK
Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0 di SUGBK, Gol Tunggal Ole Romeny
Spanyol Tak Terbendung Tanpa Lamine Yamal, Bantai Peru 3-1 di Laga Uji Coba